Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MAJELIS Pendidikan Dasar dan Menengah Pengurus Pusat Muhammadiyah telah menyatakan mundur dari Program Organisasi Penggerak yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah Kasiyarno meminta Kemendikbud untuk meninjau ulang proses seleksi program tersebut karena dinilai tidak kredibel dan transparan.
“Kita menyarankan supaya ada kaji ulang atau peninjauan ulang terkait dengan keputusan pengumuman hasil evaluasi program ini karena kita melihat ada indikasi-indikasi yang tidak fair, tidak transparan. Kita khawatir organisasi penggerak yang ditunjuk itu tidak akan bisa melakukan apa yang diharapkan oleh pemerintah. Itu kan jadi mubazir karena tidak memenuhi sasaran, padahal APBN itu harus pertanggungjawabkan sedemikian rupa, harus dimanfaatkan secara efektif dan efisien,” ujar Kasiyarno dalam konferensi pers di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (22/7).
Baca juga: LP Maarif NU Mundur dari Organisasi Penggerak
Lebih lanjut Kasiyarno tidak menampik bahwa program Organisasi Penggerak Kemendikbud memang kreatif dan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia di tengah banyaknya permasalahan yang perlu dibenahi. Oleh sebab itu, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah kemudian memutuskan untuk turut berpartisipasi dalam program ini.
Namun, dalam proses seleksi yang berlangsung, pihak Muhammadiyah kemudian menemukan bahwa di antara 186 organisasi penggerak yang dinyarakan lolos seleksi, terdapat sejumlah organisasi yang diragukan kredibilitasnya.
“Ada laporan-laporan yang mengatakan bahwa beberapa memang tidak kompeten. Kantor saja tidak punya, apalagi staf. Program-program juga tidak jelas, tidak ada bukti-bukti yang bisa ditunjukkan, itu juga bisa lolos. Ini kan repot,” tuturnya.
Selain itu, terdapat beberapa organisasi penggerak yang merupakan bagian dari CSR perusahaan swasta serta lembaga yang diduga memiliki kedekatan dengan pejabat di lingkungan Kemendikbud. Proposal yang diajukan oleh sejumlah organisasi juga dinilai Kasiyarno tidak layak untuk diikutkan program Guru Penggerak.
“Kita juga membaca program-program yang mereka ajukan ternyata bukan program-program yang diperlukan. Misalnya ada yang program namanya Peran Guru Penggerak dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan, itu apa? Itu seperti halnya tulisan paper saja. Padahal itu kan harus dikerjakan dalam tiga tahun,” tegasnya.
“Kita mempertanyakan apakah verifikasi proses seleksi ini transparan? Apakah bisa dipercaya? Kalau ini yang terjadi Muhammadiyah khawatir program yang besar dan bagus ini dengan anggaran yang besar ini dikerjakan oleh kelompok yang tidak kompeten,” tandasnya.(OL-4)
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
KETUA PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, sangat menyesalkan adanya acara menyanyi dan berjoget seusai acara peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan pelapor adalah bagian dari Aliansi Pemuda NU dan Aliansi Pemuda Muhammadiyah.
KETUA Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulul Abshar Abdalla menyoroti pentingnya humor dalam kehidupan bermasyarakat. Ia turut menyayangkan soal laporan terhadap Komika Pandji Pragiwaksono
PENGASUH dari Pondok Pesantren Denanyar Jombang Abdussalam Shohib atau akrab disapa Gus Salam mengatakan kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono seharusnya tidak menjadi laporan pidana.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir pun mengimbau, dalam menghadapi tahun baru 2026, agar tidak ada pesta pora dan euforia.
Rizki juga menjelaskan dalam narasinya terlapor menganggap bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis.
Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 NU yang digelar di Lobi Gedung PBNU, Jakarta, Senin (5/1).
Yenny mengaku sempat ditelpon Luhut Panjaitan yang tidak setuju organisasi masyarakat (ormas) diberi tambang. Sejak awal pun, Luhut juga tidak mau tanda tangan, sebab mengelola tambang susah.
Faris menyatakan pesimisme terhadap upaya islah yang telah dilakukan.
Pj Ketum PBNU Zulfa Mustofa menegaskan normalisasi akan dijalankan melalui komunikasi yang intensif dan menyeluruh.
Pleno Syuriyah ini menghasilkan keputusan penting, yaitu penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Pejabat (Pj) Ketua Umum PBNU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved