Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Riset Prioritas Dapat Dana Abadi Rp242 M

Indrastuti
18/7/2020 20:52
Riset Prioritas Dapat Dana Abadi Rp242 M
Menristek/Kepala BRIN Bambang P.S. Brodjonegoro menyampaikan pidato dalam seminar di Universitas Parahyangan, Bandung, Jumat (24/1)(ANTARA/M Agung Rajasa )

Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Nasional (Kemenristek/BRIN) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengucurkan dana sebesar Rp242 miliar untuk program Prioritas Riset Nasional (PRN).

Menriset Bambang Brodjonegoro mengatakan, PRN merupakan instrumen kebijakan untuk menyinergikan kegiatan riset dan pengembangan yang dilakukan oleh kementerian/lembaga. Tujuannya mengelola sumber daya yang dimiliki untuk mendukung pencapaian output kegiatan riset dan pengembangan menuju hasil yang nyata serta mampu berkontribusi kepada peningkatan nilai tambah di sektor ekonomi.

Baca juga: Kemensos Gandeng FBR Salurkan Bansos Sembako

“PRN tidak hanya berlandaskan pada topik riset yang berorientasi pasar atau solusi jangka pendek, tetapi mencakup topik riset fundamental yang ditujukan untuk peningkatan kapasitas dan kompetensi bangsa di masa depan,” ujar Menteri Bambang saat menyerahkan dana PRN secara daring dari Gedung BJ Habibie, di Jakarta (17/0).

Menteri Bambang mengungkapkan, total dana yang disalurkan yakni 242,8 miliar rupiah untuk 305 proposal yang terpilih. Pendanaan PRN kini berasal dari dana abadi penelitian dan dana abadi pendidikan yang dikelola LPDP.

Lebih lanjut, Sekretaris Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek/BRIN Prakoso sekaligus Ketua Pelaksana Tim Manajemen PRN mengapresiasi dukungan LPDP Kementerian Keuangan melalui skema Riset Inovatif Produktif (Rispro) Mandatori.

Keseluruhan produk tersebut dikerjakan secara sinergi oleh 46 lembaga terdiri dari lembaga litbang kementerian, lembaga pemerintah non-kementerian, perguruan tinggi, dan organisasi nonpemerintah.

“Dari 305 judul proposal yang diterima telah dibagi ke dalam WBS ( work breakdown structure) yang nantinya akan menghasilkan 45 produk inovasi,” jelas Prakoso.

Prakoso menjelaskan dalam PRN 2020 terdapat 9 fokus riset, yakni : pangan, energi, kesehatan obat, transportasi, produk rekayasa keteknikan, hankam, kemaritiman, soshum (seni budaya, pendidikan), dan lainnya (multi disiplin, bencana, stunting, iklim).(RO/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : HUMANIORA
Berita Lainnya