Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBUN raya maritim atau kelautan akan dikembangkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Republik Indonesia. Kebun raya maritim tersebut difokuskan untuk konservasi terumbu karang.
"Kita akan membuat kebun raya kelautan bersama Kemenko Marves," kata Kepala LIPI Laksana Tri Handoko dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (16/7).
Kemenko Marves telah menginisiasi pengembangan kawasan konservasi terumbu karang sekitar satu atau dua tahun lalu di area laut sekitar Nusa Dua, Bali. Pengembangan kawasan konservasi itu juga mengajak komunitas masyarakat setempat. Kawasan konservasi itu yang kemudian akan dirintis untuk menjadi kebun raya maritim.
Baca juga: Merawat Terumbu Karang Melindungi Ekosistem
Handoko menuturkan dengan menjadikannya sebagai kebun raya maritim, maka konservasi akan menjadi berkelanjutan dengan aspek legal yang lebih kuat sehingga ada jaminan untuk kelestarian dan pengelolaan yang berkelanjutan.
LIPI berupaya untuk mempertahankan dan memelihara ekosistem terumbu karang. Konservasi terumbu karang juga menjadi bagian dari konservasi wilayah pesisir.
"Kita mulai berpikir kita perlu melakukan konservasi ex situ untuk menjaga kelestarian berbagai spesies terumbu karang yang ada di negara ini," ungkap Handoko.
LIPI sendiri hingga saat ini mengelola lima kebun raya Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas di Provinsi Jawa Barat, Kebun Raya Purwodadi di Provinsi Jawa Timur, Kebun Raya Bali di Provinsi Bali, dan Kebun Raya Cibinong di Provinsi Jawa Barat.(OL-5)
Dari perairan yang sempat minim kehidupan, terumbu karang kini kembali berwarna dan mangrove tumbuh semakin kokoh di pesisir Desa One Ete dan Pulau Bapa, Kabupaten Morowali. Rehabilitasi
Ilmuwan temukan fakta mengejutkan dari fosil telinga ikan: rantai makanan terumbu karang menyusut drastis akibat aktivitas manusia. Simak dampaknya!
KECERDASAN buatan (AI) kini melampaui sekadar asisten digital atau pengolah teks.
Kerentanan di perairan Raja Ampat salah satunya karena ketidakakuratan peta navigasi elektronik global (ENC) yang sering gagal memotret profil terumbu karang yang dinamis.
Studi terbaru mengungkap terumbu karang bertindak sebagai "konduktor" yang mengatur ritme harian mikroba laut, melampaui perubahan musiman.
PHE WMO melakukan konservasi terumbu karang melalui metode transplantasi karang menggunakan kubah beton berongga, yang merupakan modul pertama di Indonesia dan telah mendapatkan Hak Cipta.
Penelitian terbaru mengungkap penyu Kemp’s ridley sangat sensitif terhadap suara frekuensi rendah. Kebisingan kapal di pesisir kini jadi ancaman serius.
Ilmuwan temukan fenomena Marine Darkwaves, yakni kegelapan mendadak di dasar laut yang merusak ekosistem kelp dan terumbu karang.
Peneliti ungkap rahasia paus Beluga di Teluk Bristol bertahan dari inbreeding. Ternyata, strategi "berbagi pasangan" jadi kunci kesehatan genetik mereka.
Penelitian terbaru mengungkap gunung-gunung bawah laut atau seamount menjadi pusat kumpulan hiu dan predator besar. Namun habitat unik ini terancam overfishing dan trawl dasar.
Ilmuwan mengembangkan teknologi pendeteksi hiu martil langka melalui DNA lingkungan (eDNA) tanpa perlu menangkap hewan.
Jaringan Muro Lembata bertujuan merangkul segenap pemangku kepentingan untuk bergerak dalam konservasi pesisir dan ekosistem laut berbasis kearifan lokal (Muro).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved