Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
SELASA, 7 Juli 2020 rentetan gempa bumi (lindu) terjadi di Indonesia. Ada empat aktivitas kegempaan dengan magnitudo 5,0 ke atas yang menjadi catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Gempa pertama di utara Jepara, Jawa Tengah, berkekuatan M6.1 yang terjadi pagi pukul 05.54.44 WIB dengan kedalaman 578 kilometer (km) di lepas pantai. Selang beberapa jam kemudian, muncul gempa di Selatan Banten M5.1 pukul 11.44.14 WIB dengan kedalaman gempa 82 km.
Hanya terpaut 30 menit, BMKG mencatat pergerakan gempa ketiga di Selatan Garut M 5.0 pukul 12.17.51 WIB pada 234 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dengan kedalaman gempa 10 km.
Gempa keempat terjadi di Selatan Selat Sunda M 5.2 pada 13.16.22 WIB yang lokasinya terpantau berada di 250 km Tenggara Enggano, Bengkulu dengan kedalaman gempa 10 km.
Lantas, apakah rentetan gempa bumi ini sebagai pertanda akan terjadi gempa besar? Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, hal itu sulit diprediksi.
"Tetapi dengan adanya rentetan aktivitas gempa ini tentu patut kita waspadai," ucapnya saat dimintai keterangan, Selasa (7/7).
Dilihat dari sumber kejadian, menurut Daryono, gempa Banten dan Garut terjadi di zona berbeda. Gempa di Banten selatan terjadi akibat adanya deformasi batuan pada slab Lempeng Indo-Australia di Zona Benioff, sementara gempa Selatan Garut dipicu oleh adanya deformasi batuan pada slab Lempeng Indo-Australia di zona Megathrust.
Dalam ilmu gempa atau seismologi, jelasnya, setiap gempa besar hampir dipastikan didahului dengan rentetan aktivitas gempa pembuka. Akan tetapi, rentetan gempa yang terjadi di suatu wilayah juga belum tentu berakhir dengan munculnya gempa besar.
"Inilah karakteristik ilmu gempa yang memiliki ketidakpastian (uncertainty) yang tinggi yang penting juga untuk kita pahami," tegas Wakil Presiden Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) itu.
Dalam teori gempa, kata Daryono, disebutkan juga bahwa dampak gempa tidak saja akibat magnitudo gempa dan jaraknya dari sumber gempa, tetapi kondisi geologi setempat sangat menentukan dampak gempa. (H-2)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem di 23 daerah di Jawa Tengah pada Minggu (8/3).
BMKG ungkap potensi hujan lebat akibat aktivitas dua bibit siklon tropis.
PERUBAHAN cuaca yang terjadi cukup cepat di wilayah Batam membuat masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi pengguna transportasi laut dan udara.
Tetap waspadai cuaca ekstrem tersebut, karena dapat berdampak bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
BMKG memprakirakan hujan petir melanda Jakarta Timur dan Utara pada Sabtu pagi (7/3/2026). Waspadai potensi angin kencang dan suhu udara 23-26 derajat.
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved