Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan gempa yang lebih besar setelah sejumlah gempa berkekuatan di atas 5 magnitudo terjadi sepanjang Selasa (7/7).
"Hal ini sulit diprediksi, tetapi dengan adanya rentetan aktivitas gempa ini tentu patut kita harus mewaspadai," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofi sika (BMKG) Daryono di Jakarta, kemarin.
Daryono mengungkapkan dalam seismologi atau ilmu gempa, ada tipe gempa yang terjadi diawali dengan gempa pembuka. Setiap gempa besar, lanjutnya, hampir bisa dipastikan didahului dengan rentetan aktivitas gempa pembuka. Namun, sejumlah gempa yang terjadi secara
berurutan di suatu wilayah belum tentu diikuti dengan terjadinya gempa besar.
"Inilah karakteristik ilmu gempa yang memiliki ketidakpastian (uncertainty) yang tinggi yang penting juga untuk kita pahami," tambah dia.
Kemarin, lima gempa terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Gempa pertama terjadi di Donggala, Sulawesi Tengah, pada pukul 03:31:58 WIB dengan kekuatan 4 magnitudo. Kemudian pada pukul 05:54:44 WIB, terjadi gempa di wilayah Jepara, Jawa Tengah, berkekuatan 6,1
magnitudo.
Selain itu, terjadi gempa di Lebak, Rangkasbitung, Banten, pada pukul 11:44:14 WIB dengan magnitudo sebesar 5. Menyusul pada pukul 12:17:52 WIB, gempa berkekuatan 5 magnitudo menggetarkan wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Terakhir, gempa mengguncang Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, dengan 5,2 magnitudo.
Beda
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyatakan pada dasarnya penyebab terjadinya gempa tersebut tidak saling terkait. "Sebenarnya, apa yang terjadi di beberapa wilayah gempa tersebut adalah manifestasi pelepasan medan tegangan pada sumber gempa masing-masing," ujarnya.
Menurutnya, masing-masing sumber gempa mengalami akumulasi medan tegangan, mencapai stres maksimum, hingga mengalami rilis energi sebagai gempa.
"Ini konsekuensi logis daerah dengan sumber gempa sangat aktif dan kompleks. Kita memiliki banyak sumber gempa. Jika terjadi gempa di tempat yang relatif berdekatan lokasinya dan terjadi dalam waktu relatif berdekatan, itu hanya kebetulan saja," ujarnya.
Selain itu, kata dia, gempa Banten selatan dan di selatan Garut bersumber dari sumber gempa yang berbeda. Gempa Banten selatan terjadi akibat adanya deformasi batuan pada slab lempeng Indo-Australia di Zona Benioff di kedalaman 87 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrumnya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia," jelas Rahmat.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik," lanjutnya. Sementara itu, gempa di selatan Garut dipicu adanya deformasi batuan pada slab lempeng Indo-Australia di Zona Megathrust. (Ant/H-3)
Selanjutnya gelombang tinggi juga akan berlanjut ke arah Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 2-5 Februari 2026 didominasi hujan ringan hingga sedang.
BMKG rilis prakiraan cuaca Jakarta hari ini 2 Februari 2026. Waspada potensi hujan petir dan genangan di wilayah Jakarta Selatan dan Timur.
Fokus utama dinamika atmosfer saat ini tertuju pada pemantauan Bibit Siklon Tropis 98P di daratan Australia bagian utara
BMKG memprakirakan potensi cuaca signifikan di wilayah Indonesia, Minggu 1 Februari 2026, kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat
BBMKG Wilayah III Denpasar juga merilis level peringatan Siaga tehadap potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di wilayah Kabupaten Badung pada Minggu (1/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved