Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berupaya meningkatkan pelayanan digital yang mempermudah koneksi antara peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan.
Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Wahyuddin Bagenda mengungkapkan, BPJS Kesehatan telah melakukan transformasi digital sejak 2014 lalu. Pada tahun ini, pengembangan digital akan menitikberatkan pada smart collaboration dan artificial intelligent (kecerdasan buatan).
“Jadi ada tiga poin di sana yang sangat mendasar bahwa mulai kita mengimplimentasikan digital claim di fasilitas kesehatan tingkat rujukan, kemudian enhance mobile JKN menjadi supper app dengan kita sebut namanya mobile faskes, dan yang ketiga implementasi artificial intelligent untuk social health insurance,” kata Wahyuddin dalam webinar, Selasa (30/6).
Wahyuddin menuturkan, hingga 31 Mei 2020, peserta BPJS Kesehatan telah mencapai 220 juta individu dan sekitar 243 ribu perusahaan anggota. BPJS Kesehatan juga bekerja sama dengan sekitar 650 ribu payment channel.
Baca juga : Di Era Pandemi, Pemerintah Bantu Iuran Peserta Mandiri Kelas 3
Kemudian, total sekitar 27.063 fasilitas kesehatan yang berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan, antara lain, 22.943 faskes tingkat 1, 2.069 apotik dan optik, serta 2.547 faskes tingkat lanjut.
“Kalau kita melihat bahwa rata-rata pemanfaatan faskes 2019 kurang lebih 756.515 kunjungan per hari. Jadi kalau kita lihat bahwa total pemanfaatan 6 tahun mulai dari 2014 sampai 2019 itu total pemanfatannya kurang lebih 1,1 miliar,” tuturnya.
Gate daripada sistem bpjs dengan kondisi sistem ini kita kembangkan dengan adanya mobile faskes dan mobile u badan usaha jadi kalau update data bs menggunakan mobile jkn
“Dengan sistem layanan kesehatan yang terintegrasi, maka memberikan dampak signifikan terhadap layanan sekaligus memberikan dampak efisiensi daripada peserta dan pelayanan kesehatan sendiri,” tandasnya. (OL-7)
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengungkapkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga talenta digital.
MAHASISWA dan dosen Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar kegiatan social volunteering bagi pelajar di SMA Negeri 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
SASE dapat dianalogikan sebagai “penjaga pintu digital” perusahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved