Kamis 25 Juni 2020, 14:45 WIB

Mau Daya Tahan Tubuh Prima, Cukupi Asupan Serat

Mediaindonesia.com | Humaniora
Mau Daya Tahan Tubuh Prima, Cukupi Asupan Serat

Dok. FibreFirst
10 dari 10 masyarakat setuju suplemen ini membantu pencernaan menjadi lebih lancar dan sehat.

 

PEMBATASAN Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah dilonggarkan. Kita pun kini memasuki era new normal. Meski demikian, covid-19 masih ada di sekitar kita. Karenanya, kewaspadaan harus terus dijaga.

Itu sebabnya, selain tetap menerapkan protokol umum pencegahan seperti rajin cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak, kita juga wajib meningkatkan daya tahan tubuh. Sebab, daya tahan tubuh yang kuat akan membentengi kita dari infeksi virus korona.

Baca juga: Lawan Virus Korona, Masyarakat Diimbau Penuhi Kebutuhan Nutrisi

Salah satu unsur penting dalam upaya meningkatkan daya tahan tubuh ialah mencukupi asupan serat. Hal itu diungkapkan dokter spesialis gizi klinis dr Hilna Khairunisa Shalihat SpGK dalam webinar yang digelar suplemen FibreFirst pada Kamis (25/6).

“70% sel imun (daya tahan tubuh) yang terdiri dari dendritic cells (DCs), T-cells, dan immunoglobulin A (IgA) terdapat pada sistem pencernaan. Dengan sistem pencernaan yang sehat, imun tubuh kuat dan terjaga. Nah, agar saluran pencernaan sehat, kita butuh asupan serat yang cukup,” terangnya.

Serat, terang dr Hilna, diperlukan untuk menutrisi sel usus, meningkatkan koloni bakteri baik, mempertebal mukosa usus sehingga tidak mudah ditembus kuman jahat, dan menunjang detoksifikasi karena melancarkan buang air besar.

Serat, lanjut dr Hilna, banyak terdapat pada buah dan sayuran. Sayangnya, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan 95,4% masyarakat Indonesia tidak mengonsumsi cukup buah dan sayuran (kurang dari 5 porsi sehari).

“Kita butuh serat 25-35 gram/hari. Ini bisa kita dapat dengan konsumsi sayuran 3-4 porsi/hari dan buah 2-3 porsi/hari. Satu porsi itu seberapa banyak sih? Sekitar 100 gram. Jadi, kalau kita makan ayam geprek dengan mentimun 3 iris, dan kol 3 iris, itu masih jauh dari ukuran satu porsi sayur.”

Untuk memudahkan, dr Hilna menganjurkan kita mengikuti panduan Piring Makanku yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan. Yakni, saat kita makan, usahakan sepertiga dari piring kita berisi sayuran dan seperenamnya berisi buah.

“Jadi, total, setengah dari piring makan kita berisi sayuran dan buah. Perlu diingat, sayuran tidak bisa digantikan buah, demikian juga sebaliknya. Karena jenis seratnya berbeda. Sayuran kaya akan serat tak larut, buah kaya akan serat larut. Kedua jenis serat itu sama-sama kita butuhkan,” terangnya.

Dokter Hilna menambahkan, jika asupan buah dan sayur kurang, kebutuhan serat bisa dicukupi dengan konsumsi suplemen serat. Pada kesempatan sama, Scientific Manager FibreFirst, Nourmatania Istiftiani, memaparkan kandungan suplemen FibreFirst. Yakni, serat premium yang terdiri dari psyllium husk, oat fibre, inulin, dan wheatgrass. Juga ada ekstrak buah dan sayur, serta spirulina.

“Hasil uji coba Home Tester Club Indonesia yang dilakukan pada Februari lalu menunjukkan, 10 dari 10 masyarakat setuju suplemen ini membantu pencernaan menjadi lebih lancar dan sehat,” katanya. Marketing Manager FibreFirst, Akbar Galang Pratama, menambahkan, saat ini pihaknya mengadakan program 30-Day Money Back Guarantee. Yakni, jaminan pengembalian uang jika dalam 30 hari konsumen tidak merasa puas oleh produk FibreFirst. (RO/A-1)

Baca Juga

Dok Duta Bahasa Nasional 2021

Cintai Bahasa yang Kita Miliki

👤Nike Amalia Sari 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 06:00 WIB
BERANGKAT dari keinginan untuk berkontribusi kepada masyarakat, Duta Bahasa Nasional 2021, Irfan Taofik dan Florie...
AFP

Pembukaan Ibadah Umrah Tunggu Hasil Diskusi Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia

👤Widhoroso 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 00:19 WIB
PEMERINTAH Arab Saudi dan Indonesia masih melakukan diskusi intensif terkait pelaksanaan ibadah umrah. Hal tersebut membuat hingga kini...
MI/Ramdani

Pemerintah Harus Awasi Ketat Kepatuhan Penurunan Biaya PCR

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 22:10 WIB
Pasalnya, ada oknum atau provider penyedia lab tes PCR yang curang dengan menetapkan harga PCR di atas...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya