Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Orang Tua Murid Masih Khawatir Bila Anaknya Kembali ke Sekolah

Faustinus Nua
30/5/2020 15:11
Orang Tua Murid Masih Khawatir Bila Anaknya Kembali ke Sekolah
Sejumlah siswa berangkat sekolah menggunakan masker saat hujan abu di SD Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (21/5).(ANTARA)

DI tengah pandemi Covid-19, seorang ibu rumah tangga di Jakarta, Sinta, 44, mengkhawatirkan kedua anaknya yang masih duduk di bangku SMP dan SD. Sebagai orang tua murid, dirinya merasa cemas bila proses belajar mengajar kembali digelar secara tatap muka. Meski pihak sekolah akan menerapkan protokol kesehatan seperti yang diimbau pemerintah, hal itu tetap saja tidak mengurangi kekhawatirannya.

"Sebagai orangtua yang kita pikirkan itu hanya anak. Kita aja kalau mau kemana-mana itu mikir anak ya, aduh aman gak di sana? Di sana ada yang pilek gak ya? Gitu kekhawatirannya," ujar Sinta kepada Media Indonesia, Sabtu (30/5).

Baca juga: Sepanjang sore, Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan Lebat

Kedua anak gadisnya saat ini sedang menempuh pendidikan di sekolah swasta Lia Stephani Chatolic School. Berdasarkan jadwal, tahun ajaran baru sekolah yang berlokasi di Jakarta Barat tersebut akan dimulai pada 3 Juli 2020. Namun, pihak sekolah masih menunggu arahan pemerintah selanjutnya.

Sementara, Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah mengeluarkan kalender akademik 2020/2021 yang dimulai 13 Juli 2020. Artinya, sekolah bisa kembali menggelar proses belajar mengajar secara tatap muka.

"Kalau pemerintah sudah mengatakan seperti itu, ya pasti ada pertimbangan-pertimbangannya. Tapi saya sendiri masih takut kalo situasi ini belum benar-benar berakhir," ungkap Sinta.

Sangat sulit untuk memastikan anak-anak itu terhindar dari kerumunan di sekolah. Menurutnya, sifat dasar anak-anak yang sering bermain atau pun belajar bersama tentunya harus dipertimbangkan juga.

Dia juga mengakui bahwa hal itu sudah sering dibahas sesama orangtua murid. Melalui WAG, orang tua murid yang lain juga mengatakan keluhan dan kekhawatiran yang sama. Apalagi, banyaknya pemberitaan terkait pasien Covid-19 tanpa gejala.

"Kalau di sekolah pasti kumpulah, ramai. Kita aja waktu jemput itu anak-anak pada ngumpul. Kan gak mungkin pesan ke anak kalau pilek jangan main dulu. Gak mungkin anak kita pesan nanti jangan pegang ini pegang itu, gak mungkin lah. Namanya juga sekolah ngumpul belajar, bermain kan anak-anak seperti itu," terang Sinta.

Sebenarnya, lanjut dia, pembelajaran home learning yang sudah berjalan kurang lebih 3 bulan terakhir cukup efektif. Selain itu, juga membuat dirinya lebih tenang karena anak-anaknya bisa terus diawasi secara langsung.

Materi yang diberikan dari sekolah secara daring pun berjalan dengan baik. Apalagi pihak sekolah juga memberi target-target tertentu yang harus dicapai siswa. Bahkan, koordinasi antara sekolah dan orangtua murid pun berjalan lancar. Sehingga, perkembangan pembalajaran anak langsung dapat dipantau orang tua murid sendiri.

"Kan dari sekolah itu diberi tugas. Ada batas waktunya dari pagi sampai jam 4 harus sudah kelar itu. Intinya buat saya materinya sama dan sampai pada anak, jadi bukan soal tempatnya. Ini juga kan kita orang tua sering berkomunikasi dengan guru-guru," jelasnya.

Baca juga: Dinas Pariwisata DKI Bersiap Hadapi New Normal

Sinta menambahkan bahwa memang tak dapat dielak belajar di sekolah itu jauh lebih baik. Namun, untuk saat ini orangtua murid pun harus bijaksana bahwa kesehatan anak adalah hal utama.

Pemerintah pun diharapkan bisa memperhatikan hal tersebut. Bagi orang dewasa, menjalankan protokol kesehatan mungkin mudah, tapi bagi anak-anak tentu sulit untuk dipastikan, sehingga akan meresahkan semua orang tua murid. (OL-6)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya