Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Agama (Kemenag) untuk tidak membuka sekolah terlebih dahulu sebelum pandemi virus korona (covid-19) benar-benar selesai.
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menuturkan, perlu pertimbangan matang sebelum sekolah kembali dibuka agar tidak menimbulkan adanya kluster baru kasus covid-19 di yang berasal dari lingkungan sekolah.
“Demi melindungi anak-anak Indonesia yang merupakan generasi penerus bangsa, maka pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus super hati-hati dan cermat dalam mengambil keputusan membuka sekolah. Keselamatan anak-anak harus menjadi pertimbangan utama saat pemerintah hendak memgambil kebijakan menyangkut anak,” kata Retno kepada Media Indonesia, Selasa (26/5).
Dia menambahkan, Kemendikbud dan Kemenag perlu belajar dari negara lain yang sudah membuka sekolah saat kasus covid-19 di negaranya mulai turun, bahkan tidak ada kasus, justru mampu memunculkan kluster baru covid-19 dari kalangan guru dan siswa. Padahal negara-negara tersebut juga sudah menerapkan protokol kesehatan sebagaimana mestinya.
Oleh sebab itu, KPAI menyarankan agar pemerintah turut melibatkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan para pakar Epidemiologi sebelum membuka sekolah pada tahun ajaran yang jatuh pada Juli 2020 mendatang.
“IDAI sebagai ahli harus didengar dan dipergunakan rekomendasinya terkait rencana Kemendikbud dan beberapa Dinas Pendidikan Daerah membuka sekolah kembali. Membuka sekolah harus dipikirkan dengan matang oleh pemerintah pusat dan daerah, karena ini menyangkut keselamatan guru dan terutama keselamatan jutaan anak-anak Indonesia yang menjadi peserta didik dari PAUD sampai SMA/sederajat,” ujarnya.
Sebelumnya, KPAI mencatat, lebih dari 800 anak di Indonesia tertular covid-19. Penularan virus ini terjadi melalui kontak dari orang tua ataupun keluarga terdekat. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, 4 persen kasus yang terkonfirmasi positif covid-19 di Indonesia dialami kelompok usia 0-14 tahun.
Ini berarti ada 831 anak pada usia tersebut yang tertular covid-19 dari akumulasi total kasus per 22 Mei 2020 yang mencapai 20.796 orang. Kemenkes menyampaikan, penularan covid-19 pada usia anak disebabkan, antara lain, kontak dengan orang tua ataupun keluarga yang terinfeksi.
Sedangkan berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh IDAI yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, setidaknya tercatat ada 129 anak yang meninggal dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19 dan 14 anak meninggal dengan status terkonfirmasi positif covid-19. Jumlah tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara lain.
Kemudian, IDAI mencatat bahwa saat ini pasien dalam perawatan (PDP) anak di Indonesia dengan berbagai penyakit jumlahnya hampir 3.400 kasus. Dari 3400 PDP tersebut, anak yang positif covid-19 mencapai 584 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 14 anak. Anak-anak yang tertular covid-19 tersebut, menunjukkan bukti bahwa rumor covid tidak menyerang anak-anak atau ringan pada anak-anak adalah tidak benar.(OL-4)
Medcom Goes to School akan hadir setidaknya 3-4 kali sepanjang 2026 dengan menyasar sekolah-sekolah di Jabodetabek.
Kesempatan halalbihalal setelah menjalankan ibadah di bulan Ramadan juga menjadi ajang untuk saling memaafkan dan kembali ke fitrah
Dia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah harus mampu mengoptimalkan penggunaan kendaraan umum agar dapat dimanfaatkan oleh para siswa.
JIKA bencana ialah guru, ia mengajar dengan cara paling kejam, melalui tangis dan nyawa yang melayang.
Pemerintah memastikan sekolah tetap berlangsung tatap muka di tengah krisis global, dengan fokus pada capaian akademik dan penguatan pendidikan karakter siswa.
Saat ini, banyak platform telah menyediakan fitur kendali orangtua (parental control), namun belum semua orangtua memahami cara mengoperasikannya.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved