Minggu 03 Mei 2020, 06:20 WIB

Saatnya Berinovasi dan Eksperimen

Aiw/X-7 | Humaniora
Saatnya Berinovasi dan Eksperimen

MI/AGUS MULYAWAN
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memberikan sambutan dalam live streaming memperingati Hari Pendidikan Nasional

 

BANYAK hikmah dan pembelajaran yang bisa dipetik selama pandemi covid-19. Kegiatan para guru melakukan pembelajaran secara daring menunjukkan perlunya kolaborasi antara guru, siswa, dan orangtua untuk menciptakan pembelajaran yang efektif.

Selain itu, krisis covid-19 juga bisa membuat masyarakat berinovasi dan melakukan banyak eksperimen dalam pembelajaran.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan hal itu pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020 yang mengambil tema Belajar dari covid-19.

“Dari krisis ini kita mendapatkan banyak sekali hikmah dan pembelajaran yang bisa diterapkan saat ini dan setelahnya,” kata Mendikbud, kemarin. Pembelajaran secara daring dengan menggunakan perangkat baru, tambah Nadiem, membuat masyarakat menyadari bahwa pembelajaran bisa terjadi di mana pun.

“Guru, siswa, dan orangtua sekarang menyadari pendidikan itu bukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan di sekolah. Pendidikan yang efektif membutuhkan kolaborasi dari tiga hal, yakni guru, siswa, dan orangtua. Tanpa ko laborasi itu, pendidikan efektif tidak mungkin terjadi,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Nadiem, krisis covid-19 telah membuat masyarakat belajar mengenai pentingnya kesehatan, kebersihan, dan norma-norma kemanusiaan dalam masyarakat.

“Timbulnya empati dan timbulnya solidaritas di tengah masyarakat kita pada saat pandemi covid-19 ini merupakan suatu pembelajaran yang harus kita kembangkan, bukan hanya di masa ini, tetapi juga di saat krisis telah berlalu,” terangnya.

Secara terpisah, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim, mengatakan pemerintah perlu menyusun pedoman dasar tata kelola pembelajaran kelas jauh dan pembelajaran tanpa internet.

“Namun, itu tetap melibatkan siswa dan guru secara penuh, tanpa layanan pendidikan berbayar atau media lain, seperti TV dan radio. Sebabnya, sejumlah wilayah di Indonesia masih ada yang belum terjangkau oleh sinyal internet sehingga perlu ada pedoman pembelajaran jarak jauh tanpa internet.” jelasnya.

Selain itu, peme rintah juga perlu melengkapi sa rana dan prasarana untuk mendukung terja di pembelajaran secara digital. (Aiw/X-7)

Baca Juga

Ist

Klinik Ini Bantu Perawatan Gigi Anak Berkebutuhan Khusus

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 19:09 WIB
Anak-anak dengan dengan keterbatasan fisik dan psikis membutuhkan perhatian khusus termasuk dalam masalah kesehatan...
Dok. Kemen PPPA

Provinsi Maluku Utara Deklarasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

👤Dinda Shabrina 🕔Jumat 20 Mei 2022, 18:52 WIB
Di Provinsi Maluku Utara terdapat 2 kabupaten yang menjadi model DRPPA, yaitu Kabupaten Kepulauan Sula dan Pulau...
Antara/Dhedhez Anggara

Senator Aceh Minta Kemenag Lobi Arab Saudi Hapus Kebijakan Pembatasan Usia Jemaah Haji

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 20 Mei 2022, 18:40 WIB
Kebijakan itu dinilai berdampak buruk bagi umat Muslim yang berangkat haji dari Indonesia, termasuk Aceh. Pasalnya, hampir 60% calon haji...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya