Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH dinyatakan sembuh dari Covid-19, Wali Kota Bogor Bima Arya tetap menjalani isolasi mandiri di kediamannya. Meskipun demikian, dia tetap melanjutkan aktivitas kekarantinaan seperti di ruang isolasi rumah sakit. Dia berada di kamar khusus, terpisah dari anggota keluarganya dan masih dipantau dokter.
Sambil menunggu hasil swab berikutnya, di kamar rumahnya yang serba putih, Bima melanjutkan kebiasaan di ruang isolasi rumah sakit menulis buku. Dia melanjutkan menulis buku yang isinya tentang korona.
Baca juga: Wali Kota Bogor Bima Arya Sembuh dari Covid-19
"Masih lanjutkan nulis buku. Insya Allah judulnya Positif. Saya ingin Ramadan sudah bisa diterbitkan," kata Bima kepada Media Indonesia, Sabtu (18/4).
Menurut saya, kata Bima, Covid-19 ini jangan hanya dilihat dari dimensi kesehatan saja. Tapi juga dilihat dari sisi keimanan atas evaluasi total dari semua kebiasaan manusia. Menurutnya, manusia harus bisa menangkap pesan dari sang pencipta di balik ujian ini. Ibarat cobaan, pasti ada hikmah yang dapat dipetik dari kejadian itu. Ia juga menilai kunci utama kesembuhan adalah dimensi spiritual.
"Banyak yang bertanya-tanya saya terpapar di mana, kenapa bisa terpapar, kegiatan saya apa saja, bagaimana perasaan saya ketika divonis, bagaimana kuatnya dan lain lain. Bagaimana masuk di rumah sakit. Hari per hari saya tulis di buku semuanya," ungkapnya.
Dia berharap, setelah rampung, buku Positif-nya bisa dibaca juga oleh semua orang, baik yang bernasib sama terkena Covid -19 atau yang tidak sekali pun.
Lebih jauh, Bima mengatakan, kebugaran tidak ada hubungannya dengan kesembuhan dari Covid-19. Ia menyebut siapapun bisa terkena virus ini. Hal inilah yang bakal ia ungkap dalam bukunya.
"Sesehat apapun kita, sesegar apapun kita. Ketika saya berkunjung ke Turki, kondisi saya sangat sehat. Pulang juga sehat," katanya.
Selain dukungan keluarga dan orang di sekitar, lanjutnya, ada beberapa hal yang bisa menambah imun dan mempercepat proses penyembuhan.
"Kuncinya dua tadi. Bisa fokus dan konsentrasi. Tidak terbebani pikiran dengan memikirkan banyak yang belum pasti. Korona ini kan banyak variabel tak pasti. Berapa lama kita akan terpapar itu, itu tidak ada teori yang pasti. Ada yang dua minggu, ada yang satu bulan, ada yang lebih sedikit, itu tidak pasti. Jadi buat apa dipikirin. Kita terpapar itu, dimanapun itu belum pasti. Jadi saya tidak mau memikirkan yang belum pasti. Yang pasti adalah saya harus embuh. Itu saja,"ungkapnya.
Selanjutnya, katanya, tak lupa ia berusaha untuk mengeluarkan hormon- hormon endorfin dengan berolahraga. Ia juga berpesan kepada masayarakat agar imbauan untuk tetap rumah saja selama pandemi Covid-19 tidak diabaikan.
"Ya bagi anda yang saat ini bosan di rumah, jenuh diam di rumah, dan ingin sekali pergi keluar rumah. Yakinkanlah, percayalah, bahwa ketika anda keluar rumah dan terpapar Covid- 19 dan harus dirawat di rumah sakit, satu satunya yang anda bisa mimpikan adalah kembali ke rumah. Jadi diam di rumah, tetap di rumah, Insya Allah aman untuk semua, sehat untuk semua," tutupnya. (OL-6)
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved