Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 20 alat untuk uji lab virus korona telah sampai di Indonesia. Kapasitas tes bisa mencapai 1.000 per harinya.
Staf Khusus BUMN Arya Mahendra Sinulingga mengungkapkan dari 20 alat yang sampai pada Sabtu (4/4) tersebut terdapat dua jenis yakni manufacture 96 automatic extractor dan alat detector polymerase chain reaction (PCR).
"Ada dua buah manufacture 96 automatic extractor yang bisa tes 1.000 orang per hari dan 18 buah alat detector PCR dengan kapasitas 500 tes per hari," kata Arya melalui telekonferensi, Rabu (8/4).
Diharapkan dengan 20 alat tersebut bisa melakukan tes untuk 9.000 orang setiap harinya karena hasil tes sendiri bisa diketahui dengan cepat.
"Kecepatan mengetahui hasil tes juga sangat tinggi, nantinya setelah dilakukan tes per hari diharapkan kurun waktu sebulan dapat mencapai 300 ribu orang yang dites, sehingga bisa mengejar kepastian orang yang dites," ujar Arya.
Baca juga: 11 Provinsi akan Dapat Unit PCR untuk Uji Covid-19
Alat-alat tersebut akan disebar di berbagai provinsi untuk menjangkau masyarakat daerah. Adapun provinsi yang mendapatkan alat tes virus korona tersebut yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Selanjutnya, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua.
Untuk DKI Jakarta, direncakan pekan depan alat tersebut bisa dipakai jika alatnya telah selesai di-setup dan di-instal. Namun, sudah dicoba di salah satu Rumah Sakit di Jakarta.
"Sedangkan daerah akan dikirim secepatnya. Dalam tempo 2 pekan setelah ditempatkan, jika RS memiliki alat negative pressure, bisa digunakan sesuai kriteria lab yang bisa memenuhi standar Kementerian Kesehatan," jelasnya.
Hampir semua negara menginginkan alat-alat tersebut. Tapi, pada Maret, pemerintah merencanakan membeli 20 alat tersebut.
"Sekitar 3 minggu lalu kita berhasil bernegosisasi dengan salah satu lab di Swiss yaitu Roche untuk membeli alat,"ungkapnya.
Diharapkan 20 alat tersebut menjadi langkah cepat yang dilakukan supaya mengantisipasi penyebaran virus korona di Indonesia yang semakin meluas.
"Dan diharapkan bisa mendata orang yang terkena virus korona akan semakin baik," pungkasnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved