Sabtu 28 Maret 2020, 10:46 WIB

IDI Bantah Ancam Mogok Tangani Pasien Covid-19

Atalya Puspa | Humaniora
IDI Bantah Ancam Mogok Tangani Pasien Covid-19

ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Sejumlah tenaga medis mempersiapkan pelaksanaan rapid test di Puskesmas Abadijaya, Depok, Jawa Barat.

 

KETUA Umum PB IDI Daeng Mohammad Faqih membantah petugas kesehatan akan mogok melayani pasien yang terinfeksi virus novel korona (Covid-19). Hal itu terkait banyaknya media yang mengatakan hal tersebut terkait dengan keluarnya rilis pada Jumat (27/3) lalu.

Daeng menegaskan, rilis tersebut dikeluarkan untuk memberikan pernyataan sikap yang tegas kepada petugas kesehatan untuk selalu menggunakan APD saat bertugas.

"Imbauan untuk petugas kesehatan, yang pakai APD boleh merawat pasien Covid-19 yang tidak pakai APD tidak diperkenankan merawat pasien Covid," kata Daeng saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3).

Baca juga: Pimpin RS Wisma Atlet, Pangdam Jaya Siapkan Sejumlah Skenario

Pasalnya, kata Daeng, petugas kesehatan memiliki risiko yang tinggi untuk tertular. Selanjutnya, dikhawatirkan tenaga kesehatan yang turut menangani Covid-19 akan berkurang.

"Karena sangat berisiko tertular. Kalau tertular dan jatuh sakit tidak bisa lagi menolong merawat pasien," ucapnya.

Seperti diketahui, pernyataan resmi yang ditandatangani Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Daeng Mohammad Faqih, petugas kesehatan diminta tidak melakukan pelayanan apabila kebutuhan APD tidak terpenuhi.

"Bila hal ini (ketersediaan APD) tidak terpenuhi, kami meminta anggota profesi kami untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan pasien Covid-19 demi melindungi dan menjaga keselamatan Sejawat," kata Daeng dalam keterangan resmi, Jumat (27/3).

Daeng menilai, pernyataan tegas tersebut dikeluarkan karena banyaknya pasien Covid-19 sangat berisiko bagi petugas kesehatan yang tidak menggunakan APD. Terlebih lagi, di lapangan jumlah tenaga kesehatan yang terjangkit Covid-19 semakin meningkat.

"Karena sejawat yang tertular Covid-19 selain akan jatuh sakit, akan berdampak pada terhentinya pelayanan penanganan kepada pasien serta dapat menularkan kepada pasien," tandasnya.

Adapun, pernyataan tersebut dikeluarkan gabungan organisasi profesi kesehatan, yakni Persatuan Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). (OL-1)

Baca Juga

AFP/Raymond Roig.

Jalan Kaki usai Makan Bantu Kadar Gula Darah Stabil

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 15:03 WIB
Sekarang ada manfaat lain untuk ditambahkan ke daftar yakni berjalan hanya 2-5 menit setelah makan dapat membantu mencegah lonjakan gula...
Ist

Kemeriahan HUT ke-77 Kemerdekaan RI di Swiss-Belhotel Mangga Besar

👤mediaindonesi.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 14:38 WIB
Menyambut hari ulang tahun ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, Swiss-Belhotel Mangga Besar, Jakarta menawarkan promo menginap...
Ist

Dukung Pelestarian Hutan Melalui Sertifikasi FSC

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 14:29 WIB
Manusia membutuhkan banyak dari hutan dengan sumber dayanya, hutan mampu memberikan begitu banyak untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya