Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Viral Skull Breaker Challenge, Pengawasan Siswa Harus Diperketat

Thomas Harming Suwarta
20/2/2020 19:07
Viral Skull Breaker Challenge, Pengawasan Siswa Harus Diperketat
Tayangan Skull Breaker Challenge(MI/Ramdani )

WAKIL Ketua Komisi X Hetifah Sjiaifudian meminta pihak sekolah untuk merespons serius aktivitas skull breaker challenge yang saat ini tengah digandrungi banyak siswa. Sekolah diminta untuk menindak tegas jika ditemukan para siswanya masih melakukan tantangan yang dinilai berbahaya dan meresahkan orang tua tersebut.

"Kami dorong di sekolah guru sebaiknya meningkatkan pengawasan dan ada imbauan untuk secara umum tidak meniru hal-hal yang berbahaya tersebut. Sudah banyak yang luka-luka di luar negeri karena challenge ini. Sekolah harus serius merespons," kata Hetifah di Jakarta, Kamis (20/2).

Baca juga: BPJS Kesehatan Masih Punya Tanggungan Rp14 T ke RS

Diakui Hetifah bahwa aksi-aksi tersebut banyak dipelajari anak-anak dari media internet melalui TikTok, youtube, instagram dan twitter. "Maka tentu saja ke depannya memang harus ada regulasi dari kita mengenai konten parental control, tidak bisa begitu saja dibebaskan," lanjutnya.

Dalam rangka itu juga orang tua harus lebih ketat lagi mengawasi aktivitas anak-anaknya.  "Termasuk dari sisi orang tua harus selalu memantau apa yang ditonton anaknya, karena biasanya anak mengakses dari gawai orang tua. Ini juga penting diawasi," ungkapnya.

Seperti diketahui, tantangan skull breaker yang viral di media sosial TikTok telah menyebabkan banyak cedera fatal di kalangan remaja. Bahkan di Brazil, seorang remaja meninggal dunia akibat melakukan tantangan ini.

Tantangan ini melibatkan tiga orang, dengan orang di tengah yang melompat. Awalnya dua orang yang di kanan dan kiri akan melompat. Kemudian saat yang di tengah melompat, kedua rekannya di kanan dan kiri akan menjegal kakinya hingga orang bersangkutan terjatuh. Beberapa tantangan di TikTok yang dilakukan oleh para remaja di luar negeri nyatanya mengakibatkan berbagai cedera fatal. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya