Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
TERKAIT viral di media sosial Twitter dengan tanda pagar alias tagar #skullbreakerchallenge dari aplikasi Tiktok, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengambil langkah antisipasi dan pemantauan terhadap tantangan berbahaya di platform media sosial tersebut.
Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan, pihaknya telah melakukan pengawasan atas peredaran konten berbahaya di TikTok Indonesia.
"Kominfo sudah lakukan pemantauan terhadap konten tantangan skulbreaker challenge tersebut di Tik Tok, sejak pagi Minggu (16/2)," kata Ferdinandus kepada Media Indonesia, Senin (17/2).
Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu. MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
Menurutnya, dari pantauan dan koordinasi yang dilakukan dengan TikTok Indonesia, pihaknya memastikan tidak menemukan video yang dibuat dan diunggah oleh pengguna asal Indonesia.
"Kami tidak menemukan konten tersebut. konten tersebut ada di negara lain. kami juga sudah mintakan ke Tik Tok Indonesia untuk mengawasi hestag terkait tantangan tersebut," sebutnya.
Dia memastikan, apabila nanti ditemukan unggahan dengan konten yang serupa, tentunya Kemkominfo telah meminta TikTok Indonesia untuk segera melakukan penghapusan.
"Jika ada langsung ditakedown," lanjutnya.
Diketahui, sebuah tantangan bernama 'skullbreaker challenge' yang viral di media sosial memicu kekhawatiran sejumlah pihak. Bahkan dilaporkan sejumlah korban luka-luka serius terjadi akibat permainan tersebut.
Video tantangan dari aplikasi Tiktok itu, memperlihatkan tiga orang berdiri sejajar dan dua orang kiri serta kanan melompat tinggi terlebih dahulu.
Selanjutnya, seorang ditengah melompat tinggi menyusul instruksi kedua rekannya di kedua sisi. Adegan berbahaya terjadi, ketika peserta di tengah melompat, dua orang yang ada di kanan dan kirinya akan menjegal kedua kakinya sehingga tidak bisa mendarat dengan sempurna dan justru terjatuh dengan kondisi terbaring membentur bumi.
Dalam beberapa kasus diluar negeri, aksi ini menimbulkan cedera pada tulang si pemain tengah dan bahkan bisa berakibat fatal yang berujung kematian. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved