Rabu 18 Desember 2019, 21:54 WIB

Januari-November 2019, Terjadi 692 Kasus DBD di Sleman

Agus Utantoro | Humaniora
Januari-November 2019, Terjadi 692 Kasus DBD di Sleman

Ilustrasi
Demam berdarah

 

SELAMA Januari-November 2019, di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terjadi 692 kasus DBD yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko  Hastaryo menjelaskan, kasus DBD terbanyak di Kecamatan Depok, disusul Kecamatan
Gamping dan Kecamatan Mlati.

''Tingginya angka DBD di Depok ini, salah satunya disebabkan oleh tingkat kepadatan penduduk,'' katanya.

Hal lainnya, katanya, juga tidak optimalnya gerakan PSN atau pemberantasan sarang nyamuk, terlebih banyak rumah yang tidak ditempati.

Di sisi lain, Joko juga mengaku cukup sulit untuk menentukan apakah penderita tersebut digigit nyamuk aedes aegypti saat ada di Sleman atau di luar Sleman.

''Karena mobilitas warga juga cukup tinggi, terlebih daerah-daerah tersebut berbatasan dengan kabupaten lain,'' katanya.

Pada kesempatan itu, Joko mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk dan upaya-upaya pencegahan lainnya, karena pada saat ini wilayah Kabupaten Sleman  memasuki siklus empat tahunan.

''Dinas Kesehatan sudah mengeluar surat edaran yang berisikan imbauan menggalakkan jumantik dan optimalisasi PSN di tingkat masyarakat. Tujuannya untuk memutus rantai penularan DBD," katanya.

Menyinggung projek percontohan pelepasan nyamuk aedes aegypti yang telah diberi Wolbachia, di Gamping, Sleman,  Joko Hastaryo menilai cukup efektif dalam mengurangi kasus DBD. Hanya saja, sebagai proyek riset pencontohan, uji dan penerapannya belum dilakukan di tempat lain.

"Harus ada uji, setelah itu dilaporkan ke Kementerian Kesehatan. Hasilnya seperti ini, seperti itu, baru Kemenkes uji di beberapa
wilayah. Harus ada tahapan seperti itu," katanya. (OL-11)

 

Baca Juga

MI/M Irfan

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir di Jakarta

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Maret 2021, 05:16 WIB
BMKG ingatkan warga Jakarta potensi hujan disertai kilat pada...
Antara

Frasa Agama Raib, Ini Kata Majelis Pendidikan Katolik

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 07 Maret 2021, 23:40 WIB
RAIBNYA frasa 'agama' dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional (PJPN) 2020-2035 menuai kritik dari ormas Islam. Bagaimana pendidik...
MI

Frasa Agama Raib, Kemendikbud: Peta Jalan Pendidikan belum Final

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 07 Maret 2021, 23:10 WIB
RAIBNYA frasa 'agama' dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional (PJPN) 2020-2035 milik Kemendikbud dipertanyakan. Lantas, apa kata...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya