Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA Januari-November 2019, di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terjadi 692 kasus DBD yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menjelaskan, kasus DBD terbanyak di Kecamatan Depok, disusul Kecamatan
Gamping dan Kecamatan Mlati.
''Tingginya angka DBD di Depok ini, salah satunya disebabkan oleh tingkat kepadatan penduduk,'' katanya.
Hal lainnya, katanya, juga tidak optimalnya gerakan PSN atau pemberantasan sarang nyamuk, terlebih banyak rumah yang tidak ditempati.
Di sisi lain, Joko juga mengaku cukup sulit untuk menentukan apakah penderita tersebut digigit nyamuk aedes aegypti saat ada di Sleman atau di luar Sleman.
''Karena mobilitas warga juga cukup tinggi, terlebih daerah-daerah tersebut berbatasan dengan kabupaten lain,'' katanya.
Pada kesempatan itu, Joko mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk dan upaya-upaya pencegahan lainnya, karena pada saat ini wilayah Kabupaten Sleman memasuki siklus empat tahunan.
''Dinas Kesehatan sudah mengeluar surat edaran yang berisikan imbauan menggalakkan jumantik dan optimalisasi PSN di tingkat masyarakat. Tujuannya untuk memutus rantai penularan DBD," katanya.
Menyinggung projek percontohan pelepasan nyamuk aedes aegypti yang telah diberi Wolbachia, di Gamping, Sleman, Joko Hastaryo menilai cukup efektif dalam mengurangi kasus DBD. Hanya saja, sebagai proyek riset pencontohan, uji dan penerapannya belum dilakukan di tempat lain.
"Harus ada uji, setelah itu dilaporkan ke Kementerian Kesehatan. Hasilnya seperti ini, seperti itu, baru Kemenkes uji di beberapa
wilayah. Harus ada tahapan seperti itu," katanya. (OL-11)
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved