Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Publikasi Penelitian Internasional Tidak Mesti Scopus

Syarief Oebaidillah
13/12/2019 21:09
Publikasi Penelitian Internasional Tidak Mesti Scopus
Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbud Prof Dr Ismunandar(MI/ BARY FATHAHILAH)

DIRJEN Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbud Prof Dr Ismunandar menegaskan publikasi penelitian internasional tidak mesti merujuk pada indeks Scopus. Rujukan bisa pada indeks bereputasi internasional lainnya.

“Jadi tidak harus pada Scopus kendati memang banyak negara internasional melakukan rujukan. Bisa ke dirujuk negara negara internasional. Bisa ke jurnal lain seperti web of science,” kata Ismunandar menjawab Media Indonesia usai acar Anugerah Kemahasiswaan III tahun 2019 di Kemendikbud, Jakarta, Jumat ( 13/12).

Guru Besar ITB ini mengutarakan penelitian dengan originitalitas baik sifatnya dapat dipublikasi tidak harus membayar. “ Tidak betul indeks bereputasi internasional harus bayar , kami memang sudah melanggankan scopus dan juga web of science, “ cetusnya seraya menambahkan pihaknya ingin. ingin meningkatkn iklim penelitian dan publikasi yang diharapkan muncul ide kreatif yang orisinal untuk inovasi memecahkan masalah.

Rektor UNJ Komarudin sependapat sebaiknya tidak wajib Scopus, tapi wajib publikasi terutama pada jurnal internasional bereputasi. Hemat dia, kemanfaatan ilmu sesungguhnya tidak hanya untuk pengembangan ilmu, termasuk hasil riset di dalamnya, malalui publikasi, melainkan lebih dari itu yaitu untuk memajukan kehidupan dan kemaslahatan manusia, khususnya bagi bangsa Indonesia adalah untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia.

“Jadi manfaat riil dari ilmu seharus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan bangsa Indonesia, atau lebih luas lagi bagi kemajuan hidup dan paradaban manusia,” pungkas Komarudin. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya