Rabu 27 November 2019, 03:00 WIB

Jakarta, Kota Pengidap Diabetes Terbanyak

MI | Humaniora
Jakarta, Kota Pengidap Diabetes Terbanyak

Ilustrasi
Jakarta Idap Diabetes Terbanyak

 

JAKARTA menjadi wilayah dengan prevalensi penyakit diabetes tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu penyebab kematian utama. Salah satu pemicunya diyakini akibat gaya hidup yang tidak sehat.

"Kenapa prevalensi diabetes tinggi? Karena banyak orang yang pindah ke Jakarta. Lalu setelah dicek, banyak sekali orang yang terkena diabetes menganut pola hidup tidak sehat, seperti kurang gerak, pola makan tidak diperhatikan, dan terpapar asap rokok," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia Handayani di Jakarta, kemarin.

Angka prevalensi diabetes di Jakarta saat ini mengalami peningkatan, dari 2,5% menjadi 3,4% dari total 10,5 juta jiwa atau sekitar 250 ribu.

Dwi mengatakan, pengobatan diabetes cukup mahal sehingga bisa menjadi beban negara, terbukti dari besarnya biaya pengobatan yang ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pengidapnya pun menjadi tidak produktif.

Salah satu upaya pencegahan dilakukan pemerintah dengan menggencarkan deteksi dini penyakit diabetes melalui layanan pos Binaan Terpadu (Bindu) di seluruh puskesmas dan acara-acara kesehatan di wilayah Kota Jakarta.

Tercatat sudah ada 2,5 juta warga Jakarta yang telah mengakses layanan tersebut.

"Hasilnya cukup mengkhawatirkan. Sebanyak 20% generasi muda tidak cukup aktivitas fisik, 20% tidak makan sayur dan buah, 30% mengalami kegemukan, dan 7% merupakan perokok aktif. Ini adalah faktor-faktor risiko terjadinya diabetes," tuturnya.

Berdasarkan data dari International Diabetes Federation (IDF) 2019, sebanyak 463 juta orang di dunia merupakan penyandang diabetes. Namun, 1 dari 2 penyandang diabetes tidak menyadari kondisinya.

Karena itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes dari Perkumpulan Endokronologi Indonesia, Sidartawan Soegondo, mengingatkan keluarga memiliki peran penting dalam mendeteksi dan mencegah penyakit diabetes. "Jangan tunggu gejala. Kita harus early detection. Kalau dalam keluarga kita ada yang sakit gula, 90% diabetes tipe 2 disebabkan faktor genetik. Kita juga harus perhatikan faktor risiko yang ada dalam diri kita agar bisa segera ditangani," tuturnya. (Ata/H-2)

Baca Juga

Antara

Sebelum Semeru Erupsi, Badan Geologi Catat 40 Gempa Setiap Hari

👤Zubaedah Hanum 🕔Rabu 02 Desember 2020, 10:05 WIB
SEBELUM terjadinya guguran awan panas dari Gunung Semeru di Jawa Timur, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...
ANTARA/ASEP FATHULRAHMAN

Bantuan Paket Data Internet PJJ Madrasah Disalurkan

👤Indrastuti 🕔Rabu 02 Desember 2020, 09:55 WIB
Total ada 7.635.376 paket data sebesar 35GB bagi siswa MI, MTs, dan MA, serta 20GB bagi siswa...
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Menag Berharap Tokoh Agama Lebih Arif Saat Pandemi

👤Siswantini Suryandari 🕔Rabu 02 Desember 2020, 09:25 WIB
Menag berharap, semua pihak, apalagi tokoh agama, bisa lebih arif dan pro aktif dalam ikhtiar mencegah setiap potensi penularan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya