Selasa 26 November 2019, 15:13 WIB

Revitalisasi TIM dengan Hotel, Seniman: Jalan Keluar yang Keliru

Antara | Humaniora
Revitalisasi TIM dengan Hotel, Seniman: Jalan Keluar yang Keliru

MI/Rommy Pujianto
Budayawan Radhar Panca Dahana

 

KEBERADAAN hotel dalam revitalisasi Taman Ismail Marzuki yang dilakukan Pemprov DKI disebut sebagai pendekatan yang keliru, karena mengedepankan sisi komersial.

"Iya dianggap sebagai 'cost center' melulu, duit doang. Mereka bikin jalan keluar yang keliru. Nah ini makanya seperti kami bilang, mau revitalisasi apapun boleh saja tapi ajak bicara seniman sebagai stakeholder utama dari TIM. Itu mereka yang menggerakkan TIM itu karya-karya yang membuat reputasi," kata Seniman aktif Taman Ismail Marzuki Radhar Panca Dahana saat dihubungi.

Radhar menambahkan keputusan Jakpro mendirikan hotel tidak sejalan dengan visi menjadikan TIM sebagai pusat kesenian bagi para seniman yang besar dan tumbuh bersama dalam wadah untuk berekspresi itu.

"Karena kebudayaan itu bukan cost. Kebudayaan itu investasi. Selama ini pendekatannya kesenian itu seolah-olah buang duit gitu. Itu keliru besar," ujarnya.

Investasi kebudayaan yang dimaksud Radhar adalah investasi dari segi imateriil yang tidak dapat dibandingkan dengan keuntungan yang nantinya didapatkan dari biaya sewa hotel, seperti janji Jakpro.

"Ukurannya berbeda, ukurannya bagaimana kita membuat manusia yang berintegritas. Punya kepribadian, tidak korup, tidak bohong, tidak manipulatif dan lain lain," tutur budayawan itu.

Baca juga:

Oleh karena itu, seluruh seniman yang aktif di Taman Ismail Marzuki melakukan sebuah pernyataan yang bernama "Pernyataan Cikini". Isinya menolak Jakpro mengelola TIM dan mendirikan hotel di pusat kesenian itu.

Menurut Radhar yang juga ketua dari para seniman TIM, dirinya serta seniman lainnya yang menandatangani Pernyataan Cikini tidak pernah diajak berdiskusi oleh Jakpro terkait pembangunan hotel bintang lima yang akan bernama Wisma TIM.

"Jakpro itu hanya ngomong sama beberapa orang yang tidak mewakili dan merepresentasi seniman di Jakarta. Mereka merepresentasi kepentingan mereka pribadi ya kan dan saya bilang ke teman-teman "nanti juga mereka kejedot" dan mereka sudah kejedot, kena PHP akhirnya mereka kembali mendukung kita. Ada orang-orang begitu," pungkasnya.(OL-5)

 

Baca Juga

Antara

Sosialisasi Masif dan Akurat Kunci Suksesnya Vaksinasi Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Januari 2021, 21:20 WIB
Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, bila problem vaksinasi dihadapi dengan mengedepankan semangat kebangsaan akan lebih mudah untuk...
Antara/Hendra Nurdiyansyah

PVMBG Imbau Masyarakat di Kawasan Merapi Waspada Lahar Panas

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 27 Januari 2021, 20:46 WIB
"Jika terkait dengan lahar, lahar ini kan material vulkanik yang terkena hujan dan saat ini material vulkanik tersebut sudah banyak di...
Antara/Muhammad Bagus

Ada Kasus Positif Covid-19 Setelah Divaksin, Ini Penjelasan IDI

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 27 Januari 2021, 20:43 WIB
Menurut IDI, ada kemungkinan terpapar covid-19 setelah divaksinasi tahap pertama. Sebab, tubuh belum sampai membentuk antibodi untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya