Kamis 21 November 2019, 20:25 WIB

Jokowi Minta Perbaikan Tata Kelola BPJS

Akmal fauzi | Humaniora
Jokowi Minta Perbaikan Tata Kelola BPJS

Antara
Joko Widodo

 

PRESIDEN Joko Widodo kembali mengingatkan perlunya perbaikan tata kelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Hal itu disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas terkait kesehatan nasional di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/11).


Kepala negara mengatakan, berdasarkan laporan terakhir yang diterima, cakupan kepesertaan untuk program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sudah mencapai 222 juta jiwa. Jumlah itu meningkat tajam dibandingkan jumlah pada 2014, yaitu 133 juta jiwa.

Dari total 222 juta jiwa, lanjut Jokowi, sebanyak 96 juta jiwa merupakan masyarakat yang tidak mampu. Mereka digratiskan oleh pemerintah alias tidak perlu membayar iuran.

Pemerintah, kata Jokowi, telah mengeluarkan dana kurang lebih Rp115 triliun untuk menunjang JKN-KIS. Jumlah itu belum termasuk iuran yang disubsidi pemerintah daerah, yaitu 37 juta jiwa dan TNI/Polri 17 juta jiwa. Itu artinya yang sudah disubsidi oleh pemerintah itu sekitar 150 juta jiwa.

"Ini angka yang sangat besar. Oleh sebab itu, saya minta betul-betul manajemen tata kelola di BPJS Kesehatan terus dibenahi dan diperbaiki," kata Jokowi.

Jokowi juga meminta Menteri Kesehatan untuk melakukan langkah inovatif dalam mengedukasi masyarakat akan gaya hidup sehat.

"Saya minta Menteri Kesehatan untuk melakukan langkah-langkah pembaruan yang inovatif dalam rangka mengedukasi masyarakat untuk hidup sehat dan ini harus menjadi sebuah gerakan yang melibatkan semua pihak baik yang di sekolah maupun masyarakat pada umumnya," ujarnya.

Selain itu, Presiden juga meminta agar regulasi yang berbelit, yang menjadi hambatan bagi pengembangan industri farmasi nasional, segera dipangkas dan disederhanakan sehingga industri farmasi bisa tumbuh dan masyarakat dapat membeli obat dengan harga yang lebih terjangkau.

"Laporan yang saya terima, 95% bahan baku obat masih tergantung pada impor. Ini sudah enggak boleh lagi dibiarkan berlama-lama," pungkas mantan Walo Kota Solo itu. (OL-8)

Baca Juga

Antara

Sebelum Semeru Erupsi, Badan Geologi Catat 40 Gempa Setiap Hari

👤Zubaedah Hanum 🕔Rabu 02 Desember 2020, 10:05 WIB
SEBELUM terjadinya guguran awan panas dari Gunung Semeru di Jawa Timur, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...
ANTARA/ASEP FATHULRAHMAN

Bantuan Paket Data Internet PJJ Madrasah Disalurkan

👤Indrastuti 🕔Rabu 02 Desember 2020, 09:55 WIB
Total ada 7.635.376 paket data sebesar 35GB bagi siswa MI, MTs, dan MA, serta 20GB bagi siswa...
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Menag Berharap Tokoh Agama Lebih Arif Saat Pandemi

👤Siswantini Suryandari 🕔Rabu 02 Desember 2020, 09:25 WIB
Menag berharap, semua pihak, apalagi tokoh agama, bisa lebih arif dan pro aktif dalam ikhtiar mencegah setiap potensi penularan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya