Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 2000 siswa SMA/SMK di Jawa Barat mendapat pelatihan antiradikalisme, di Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cianjur, Jawa Barat (Jabar), hari ini. Mereka dikumpulkan untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan dengan sesama warga.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Emil-red) hadir langsung untuk memberikan arahan dalam acara yang diinisiasi Relawan Jabar Bergerak tersebut."Ini bagian dari pendidikan Pancasila. Ada dua ribuan anak-anak yang kita undang, untuk menguatkan kepancasilaan, kerukunan, dan jadi agen untuk menangkal radikalisme," kata Emil.
Menurut Emil, para siswa sekolah ini harus diberi pendidikan antiradikalisme. Mereka merupakan generasi penerus yang akan menjadi
penentu keberlangsungan negara di masa yang akan datang.
"Ini investasi mahal, jangka panjang. Anak-anak enggak boleh terpapar hal-hal negatif," kata Emil dalam acara bertajuk Milenial Camps 2019
tersebut.
Prediksi Indonesia emas pada 2045 mendatang, menurutnya tidak akan terwujud jika generasi mudanya tidak memahami pentingnya arti persatuan dan kesatuan. Sebab, untuk menjadi negara adidaya, kondusivitas bangsa harus terjaga dengan baik.
"Syarat ketiga, jangan bertengkar. Kalau kita bertengkar, kita tidak ada waktu untuk melakukan hal-hal positif," katanya.
Dalam paparannya di hadapan generasi muda tersebut, Emil pun mencontohkan sejumlah negara yang hancur akibat masyarakatnya sering
berkonflik. "Yugoslavia bubar, Afganistan perang, sekarang Suriah perang. Agamanya sama, tapi bertengkar," katanya.
Oleh karena itu, mantan wali Kota Bandung ini mengajak para siswa untuk tidak mengedepankan perbedaan terutama menyangkut agama dan suku. Dia meyakini, konflik hingga perang saudara di suatu negara terjadi akibat adanya pihak-pihak yang gemar menonjolkan perbedaan.
"Jangan parasea (berselisih), nanti negara kita bubar," katanya. Agar terhindar dari eksklusivitas yang suka menonjolkan perbedaan, Emil
mengajak para siswa untuk cermat dalam memilih pertemanan.
"Berteman dengan orang yang akhlaknya kurang baik, bisa kebawa tidak baik. Hati-hati pilih pertemanan," katanya.
Ketua Relawan Jabar Bergerak, Atalia Praratya Kamil, mengatakan, dalam acara ini para siswa akan mendapatkan berbagai pendidikan, salah satunya terkait antiradikalisme. Pihaknya memberikan pelatihan tentang penggunaan gawai yang baik dan benar.
Menurutnya, di era 4.0 ini media sosial menjadi senjata yang ampuh dalam menebar hasutan dan kebencian. "Gunakan media sosial dengan baik. Jangan terjebak pada sisi hitam media sosial," katanya. (OL-11)
Tahun ini partisipan program antara lain SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Pemkot Tangerang Selatan merampungkan pembangunan ulang SDN Babakan 01 Setu. Sekolah kini memiliki 24 ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan lapangan baru tanpa sistem masuk siang.
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
PERUBAHAN sosial dan teknologi yang melaju cepat telah mengubah wajah pendidikan.
Penguatan proses pembelajaran menjadi inti dari rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 yang digagas MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE).
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved