Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERGANTUNGAN penduduk Indonesia terhadap beras sangatlah tinggi. Karena itu, Indonesia masih mengimpor beras setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan dan persediaan dalam negeri. Padahal, dari sisi kesehatan, mengonsumsi nasi yang dihasilkan dari beras berpotensi memicu penyakit gula (diabetes).
Diperlukan inovasi bidang pangan agar masyarakat punya alternatif selain beras dalam memenuhi konsumsi pangan hariannya. Bertepatan dengan Dies Natalis ke-55 Universitas Jember (Unej), Minggu (10/11), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unej meluncurkan inovasi produk makanan pokok pengganti beras. Produk yang terbuat dari singkong tersebut bernama singsaras, kependekan dari singkong disawut jadi beras. Peluncuran produk inovasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Ketua LP2M Unej Achmad Subagio mengatakan peluncuran produk singsaras merupakan bentuk dukungan Unej terhadap permasalahan kekurangan pangan dan pertanian nasional. Diharapkan, singsaras bisa menurunkan konsumsi beras yang saat ini mencapai 114,6 kilogram per kapita per tahun.
Achmad menjelaskan singsaras bisa diolah dengan teknologi sederhana. Itulah sebabnya ia yakin bahan pangan ini bisa dibuat di setiap rumah tangga dengan mudah. Pengolahan singsaras dimulai dengan pemilihan singkong yang baik dengan kadar hidrogen sianida (HCN) rendah.
Setelah itu, singkong dikupas, dicuci, dan diolah menjadi sawut. Selanjutnya itu direndam untuk menghilangkan tapioka. Lalu diperas dan direndam dengan bumbu dan dilakukan pengeringan. Hasilnya singkong akan berubah menjadi sawut kering kecil berwarna putih cerah yang mirip dengan beras. Cara memasakknya pun sama dengan saat memasak beras.
Singsaras bisa dicampur beras dengan perbandingan 1:1. Singsaras diyakini baik dikonsumsi untuk memperbaiki sistem pencernaan. Pasalnya produk pangan ini mempunyai kandungan serat yang cukup tinggi dilengkapi dengan karbohidrat kompleks.
Achmad yang dikenal sebagai pakar modified cassava flour (mocaf) menambahkan, singsaras juga bisa mengurangi kenaikan kadar gula darah setelah makan.
Sementara itu, Rektor Unej Moh Hasan mengatakan peluncuran singsaras sesuai dengan tema Dies Natalis Ke-55 Unej, Inovasi tiada henti, Universitas Jember membangun untuk negeri. Ia berharap invoasi yang dilakukan Unej bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia, bahkan dunia. (UA/H-1)
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul fitri 2026.
Pemanfaatan kacang hijau untuk mengatasi stunting dinilai sangat relevan karena aksesnya yang mudah, harga terjangkau, serta kandungan gizi yang tinggi.
Salah satu media daring yang berfokus pada pemberitaan agribisnis, yakni Panen News merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Peneliti ungkap Suku Asli Amerika telah menyebarkan kentang liar melintasi wilayah Four Corners sejak 10.000 tahun silam, jauh sebelum era pertanian dimulai.
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved