Minggu 03 November 2019, 10:40 WIB

Dakwah Moderasi Islam Diperlukan untuk Perkuat NKRI

Ade Alawi | Humaniora
Dakwah Moderasi Islam Diperlukan untuk Perkuat NKRI

Dok. Masjid Nursiah Daud Paloh
Ustaz Zakaria Syihabuddin sedang melatih peserta berbicara di depan publik.

 

DAKWAH dengan moderasi Islam perlu diketengahkan kepada umat untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya, Indonesia ialah negara yang majemuk, sedangkan Islam mengakui perbedaan itu sunatullah untuk saling mengenal dan bersilaturahim.

Demikian disampaikan Dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zakaria Syihabuddin, dalam Pelatihan Public Speaking dan Khotbah di Masjid Nursiah Daud Paloh, Kompleks Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, kemarin.

Menurutnya, ada empat aspek dalam moderasi Islam. Pertama, al adalah menyerahkan amanah kepada yang berhak dan menegakkan hukum dengan adil. Kedua, al tasamuh, melaksanakan toleransi beragama secara benar.

"Kita harus menghormati perbedaan agama dan tidak mencela keyakinan agama umat lain," kata Zakaria di hadapan puluhan peserta yang terdiri dari aktivis masjid, aktivis rohis SMA, dakwah kampus, dan pegiat dakwah se-Jabodetabek.

Ketiga, kata dia, al tawazun, menjaga keseimbangan, mengedepankan keserasian, dan keselarasan dalam beragama. "Keempat, al taharum, menebarkan kasih sayang, persahabatan, dan cinta kepada sesama."

Selain itu Zakaria yang menyampaikan topik Dakwah Bervisi Kebangsaan, meminta beberapa peserta tampil untuk berbicara, baik menyampaikan ceramah maupun khotbah dalam bingkai kebangsaan.

Selain Zakaria, tampil pula Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Dakwah (LPPD) Khairu Ummah dan Ketua Departemen Dakwah Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia, Ahmad Yani, dan Presenter Metro TV Wahyu Wiwoho.

Dalam pelatihan yang bertema Membangun dakwah Islam rahmatan lil alamin, Ahmad Yani menyampaikan materi tentang Fikih dan Adab Khotbah. Menurutnya, menyampaikan khotbah tidak sekadar terpenuhi rukun agar salat Jumat sah.

"Terpenting kita harus menyampaikan pesan dengan baik, penuh semangat, dan menarik," ujarnya. Dia mengatakan khatib harus menguasai materi dakwah dengan singkat, padat, sistematis, dan variatif.

Presenter Metro TV Wahyu Wiwoho mengatakan, menjadi pembicara hebat, seorang pembicara harus mengetahui siapa audiensinya. (Alw/N-3)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Irfan Anshori

Blitar Jadi Kota Pertama Dalam Uji Coba New Normal di RI

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 18 Oktober 2021, 18:30 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan Blitar akan memulai percobaan penerapan new normal pertama...
ANTARA FOTO/Reno Esnir

Luhut Yakin Indonesia Masuk ke Endemi Covid-19 Jika Libur Nataru Terkendali

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Senin 18 Oktober 2021, 18:10 WIB
Salah satu syaratnya, yakni kasus selama libur Natal dan tahun baru (nataru)...
AFP

Umrah Saat Pandemi, Dilaksanakan Melalui Satu Pintu

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Senin 18 Oktober 2021, 16:37 WIB
"Umrah akan dicoba satu pintu akan menggunakan asrama haji jadi umrah rasa haji jadi ada wacana satu pintu," jelas Direktur...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya