Kamis 17 Oktober 2019, 02:40 WIB

Batas Usia Menikah 19 Tahun Diberlakukan

MI | Humaniora
Batas Usia Menikah 19 Tahun Diberlakukan

ANTARA
Batas Usia Menikah 19 Tahun Diberlakukan

 

PEMERINTAH resmi mengesahkan Undang-Undang No 16 Tahun 2019 sebagai Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan seperti yang diamanatkan Mahkamah Konstitusi (MK).

UU Perkawinan yang baru mengubah batas minimal menikah laki-laki dan perempuan yang akan menikah minimal di usia 19 tahun. Sebelumnya, batas usia menikah bagi laki-laki ialah 19 tahun dan perempuan 16 tahun.

"Revisi Undang-Undang Perkawinan telah disahkan Senin (14/10) dan mulai diundangkan Selasa (15/10)," ujar Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny N Rosalin di Jakarta, kemarin.

Dengan terbitnya UU 16/2019, kata Lenny, pemerintah akan menyusun kebijakan nasional pencegahan perkawinan anak sebagai tindak lanjutnya, antara lain dengan melakukan kampanye setop perkawinan anak. "Perkawinan anak harus dicegah mulai tingkat desa."

Bagaimana dengan calon pengantin yang belum berusia 19 tahun, tetapi tetap ingin menikah? UU Perkawinan yang baru itu memberi celah lewat pemberian dispensasi oleh pengadilan disertai alasan kuat, seperti tertulis dalam Pasal 7 ayat 3.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Muhammadiyah Amin menyambut baik pemberlakuan UU 16/2019 yang merevisi UU 1/1974 tentang Perkawinan. "Perkawinan anak lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya, banyak anak yang telantar akibat dilahirkan oleh ibu yang belum memasuki usia nikah," sahutnya.

Ia mengungkapkan kasus perkawinan anak pasti terjadi setiap tahunnya dan dispensasi dari pengadilan agama selalu muncul.

Dalam merespons itu, Asisten Hakim Agung Mahkamah Agung Saiful Majid menyampaikan MA tengah menyiapkan aturan pemberian dispensasi untuk mengidentifikasi ada atau tidak adanya paksaan dalam pengajuan dispensasi perkawinan anak. MA meminta hakim mempertimbangkan pelindungan dan kepentingan terbaik bagi anak.

Tugas hakim ialah menasihati pemohon, anak, calon suami/istri dan orang tua/wali calon suami/istri tentang akibat perkawinan anak. (Ant/Rif/H-2)

Baca Juga

Antara

Akhir Tahun, 80% Warga RI Ditargetkan Sudah Divaksin Covid-19 

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 18 Oktober 2021, 19:49 WIB
Kemenkes mengungkapkan per 18 Oktober 2021, Indonesia sudah mencapai 172 juta suntikan vaksin covid-19 atau hampir 52% dari target...
Antara/Irwansyah Putra

Luhut : 4 Provinsi Tercatat 0 Kasus Kematian, Vaksinasi Lansia Berperan 

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 18 Oktober 2021, 19:33 WIB
"DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta dan Bali mencatat nol kematian. Provinsi lain di Jawa Bali hanya mencatat kurang 5 kematian...
dok. Kemenparekraf

Sandiaga : Bogor Jadi Aset Penting Pengembangan Parekraf 

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 18 Oktober 2021, 19:27 WIB
Kemenparekraf terus memberikan dukungan dan fasilitasi bagi para pelaku ekonomi kreatif di 17...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya