Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) menghentikan sementara peredaran, termasuk penggunaan 67 merek obat yang menggunakan ranitidin. Penarikan obat yang sudah berada di pasaran berupa sirup, tablet, dan injeksi akan dilakukan maksimal 80 hari sejak 4 Oktober ini.
Kepala Badan POM, Penny Lukito, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium setelah ditemukan kadar ranitidin yang tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA) sebagai penyebab kanker. "Kami melihat ada indikasi banyak juga brand mengandung cemaran ambang batas sehingga kami memutuskan seluruh industri farmasi pemegang izin edar ranitidin untuk menghentikan sementara produksi, distribusi, dan edarannya. Juga melakukan penarikan," jelasnya.
Menurut Penny, pengujian dan penelitian sudah dilakukan terhadap 10 merek obat yang mengandung ranitidin. Hasilnya, enam dari 10 obat tersebut mengandung cemaran NDMA di atas ambang 96 nanogram per hari. "Berdasarkan data itu, diputuskan untuk sementara kami hold dulu, tarik izin edar, dan bekukan sampai waktu yang akan diputuskan bersama tim ahli dari berbagai kalangan," jelasnya, kemarin. Industri farmasi pun menarik dengan sukarela produk pemicu kanker tersebut. "Batas penarikan 80 hari sejak diterbitkan surat penarikan," imbuhnya.
Menurut Ketua Komite Kebijakan Obat Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Rika Yuliwulandari, ranitidin berfungsi menghambat atau mengurangi produksi asam lambung. "Tujuannya dengan adanya blokade reseptor histamin H2, maka produksi asam lambung menurun. Selain ranitidin ada famotidin, kemudian proton pump inhibitor dan omoprazole," ucapnya.
NDMA, menurut Rika, dapat ditemukan di lingkungan sehari-hari. Namun, dengan kadar yang bisa diterima tubuh manusia. Contohnya, air minum dengan refresh osmosis, maka kadarnya berkurang 50% dengan radiasi 200 mg kadarnya bisa dikurangi. Begitu juga susu, daging, dengan radiasi bisa dikurangi kadar NDMA," rincinya. Ranitidin sendiri dapat menyebabkan kanker jika dikonsumsi dengan dosis tinggi dan dalam waktu lama.(Sru/H-1)
BPOM mencatat, suplemen ilegal dapat berasal dari pabrik-pabrik tersembunyi yang beroperasi di tengah permukiman padat dengan kondisi yang jauh dari standar Cara Pembuatan yang Baik (CPB).
TPID bersama Satgas Pangan bertugas menjamin kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok penting, sambil aktif mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan penimbunan
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan dan keberhasilan Kosmesia dalam mendampingi UMKM kosmetik melalui Proaktif yang digagas BPOM.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem distribusi produk yang aman, transparan, dan terpercaya.
BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 di Aula Bhinneka Tunggal Ika (BTI) BPOM, Jakarta, Selasa (28/10
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Taruna Ikrar menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kemandirian farmasi nasional melalui pengembangan obat bahan alam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved