Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Jendral Bea dan Cukai memastikan masih ada ratusan kontainer berisi limbah impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Deni Surjantoro, Kasubdit Komunikasi Dan Publikasi Bea Cukai mengungkapkan sebanyak 962 kontainer berisi limbah masih teronggok di pelabuhan tersebut. Namun, pihaknya belum bisa memeriksa apakah terdapat bahan berbahaya dan beracun (B3) pada ratusan kontainer limbah impor tersebut.
"Kelanjutannya kita akan segera melakukan pemeriksaan bersama-sama KLHK (Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) untuk melakukan uji apakah komoditas yang terkandung dalam kontainer itu terkontaminasi B3 atau tidak," tambahnya.
Mekanisme impor limbah telah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 31/M-DAG/PER/5/2016 tentang Ketentuan Impor Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun. Peraturan itu membolehkan limbah impor selama tidak mengandung B3.
Dalam Pasal 1 ayat 5, dijelaskan bahwa yang tergolong limbah B3 adalah limbah yang karena sifat, konsentrasi, dan jumlahnya dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup serta membahayakan kesehatan manusia, baik secara langsung maupun tidak.
Sampai saat ini, Dirjen Bea dan Cukai masih menunggu konfirmasi dari pihak Pelabuhan Tanjung Priok mengenai asal negara pengekspor limbah tersebut. Namun, informasi mengenai perusahaan yang mengimpor limbah tersebut sudah dikantongi.
"Kita masih pakai inisial. Ada dua perusahaan, yaitu NH dan ART," papar Deni.
Kedua perusahaan daur ulang limbah tersebut, lanjut Deni, berlokasi di Tangerang, Banten. Ia menjelaskan apabila ternyata ratusan kontainer limbah impor tersebut terkontaminasi B3, harus segera dikembalikan ke negara asalnya (reekspor) paling lama 90 hari sejak kedatangan.
Sebelumnya, pada Minggu (8/9), Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati menyatakan bahwa proses reekspor limbah beracun telah selesai di dua pelabuhan Indonesia.
"(Limbah impor) yang ada di pelabuhan Batam dan di pelabuhan Tanjung Perak sudah habis semua. Sudah direekspor semua," ujarnya. (A-2)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Salah satu lokasi tepat sasaran untuk kegiatan korve atau kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan yang dipilih yakni ruang terbuka hijau di sekitar areal eks MTQ.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Siswa MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan meluncurkan program inovatif pengolahan sampah makanan bertajuk KomProMi (Komposting Projek Mizan).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved