Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

BNPB Sebut Asap Karhutla Belum Lintas Negara

Dhika Kusuma Winata
11/8/2019 15:27
BNPB Sebut Asap Karhutla Belum Lintas Negara
Prajurit TNI membantu pemadaman karhutla di Sumatera Selatan(MI/Dwi Apriani)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan terbaru pemantauan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Hasil pantauan per Minggu (11/8) terpantau sejumlah titik panas.

Jumlah titik panas di Riau 29 titik, Jambi 3 titik, Sumatera Selatan 19 titik, Bangka Belitung 14 titik, Kalimantan Barat 605 titik, Kalimantan Tengah 163 titik, Kalimantan Selatan 14 titik, Kalimantan Timur 20 titik, dan Kalimantan Utara 23 titik.

"Asap terdeteksi di Sumatra dan Kalimantan tapi tidak ada transboundary haze atau asap yang melintas ke negeri tetangga seperti Malaysia atau Singapura," kata Plt Kepala Pusdatinmas BNPB Agus Wibowo di Jakarta, Minggu (11/8).

Baca juga : KLHK Bantah Greenpeace Soal Deforestasi di Area Moratorium

Adapun kondisi cuaca, imbuh Agus, berdasarkan jarak pandang sebagian terpantau berasap dan sebagian lagi berawan.

Wilayah yang terpantau berasap antara lain Pekanbaru, Pontianak, Palangkaraya, Sanggu-Buntok, dan Tanjung Harapan-Tanjung Selor.

Kualitas udara berdasarkan konsentrasi particulate matter (PM) 10 di sejumlah daerah menunjukkan kategori tidak sehat.

Antara lain Pekanbaru (tidak sehat dengan konsentrasi PM10 166 mikrogram/meter kubik), Pontianak (sangat tidak sehat dengan konsentrasi PM10 253), dan Palangkaraya (sangat tidak sehat dengan konsentrasi PM10 217).

Agus menambahkan seluruh personil gabungan sejumlah 9.072 orang di enam provinsi (Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan) yang tediri dari TNI, Polri, BNPB, BPBD, dan masyarakat terus melalukan pemadaman.

"Tim gabungan terus melakukan pemadaman api baik dari darat maupun dari udara," kata Agus. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya