Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Pemerintah Utamakan Pencegahan Karhutla

Dhika Kusuma Winata
06/8/2019 18:26
Pemerintah Utamakan Pencegahan Karhutla
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.(Dok KLHK)

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, menegaskan pemerintah terus mengintensifkan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Hal itu diungkapkannya usai Rapat Koordinasi Nasional usai Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8).

"Presiden menekankan untuk mengutamakan pencegahan. Setiap kementerian/lembaga sudah ada tugasnya masing-masing. Jajaran KLHK akan terus melaksanakan tugas dalam monitoring, aptroli terpadu, dan pemadaman darat bersama Polri, TNI, dan BPBD serta Masyarakat Peduli Api. Penegakan hukum juga dilanjutkan," kata Menteri Siti di Jakarta, Selasa (6/8).

Baca juga: Menteri LHK: Presiden Teken Moratorium Hutan Permanen

Berdasarkan prediksi cuaca dari BMKG, puncak kemarau akan terjadi periode Agustus-September dengan kondisi yang lebih kering dibandingkan kemarau pada 2018. Curah hujan bahkan diprediksi rendah hingga Oktober mendatang. Wilayah-wilayah yang mengalami periode musim kemarau akan lebih kering terutama di bagian tengah dan selatan Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, dan bagian selatan Papua.

Hingga saat ini, enam provinsi telah menetapkan status siaga darurat karhutla yaitu Riau, Sumsel, Kalbar, Kalteng, Kalsel, dan Jambi. Status siaga ditetapkan agar bantuan dari pusat bisa masuk untuk sebelum karhutla meluas.

Data KLHK menunjukkan peningkatan intensitas karhutla terjadi di beberapa provinsi rawan seperti di Riau, Jambi, Kalbar, Kalteng, Kalsel, dan Sultra. Jumlah hotspot juga menunjukkan peningkatan jumlah sebesar 54,71% (732 titik) pada semester I 2019 jika dibandingkan dengan 2018.

Masih menurut data KLHK, luasan karhutla di seluruh wilayah sepanjang tahun ini (Januari-Juli) sekitar 135.749 hektare (ha). Angka itu lebih tinggi dari posisi karhutla Januari-Mei yakni 42.740. Adapun pada 2018, karhutla yang terjadi melahap 510.564 ha.

Siti mengatakan, Presiden Jokowi memberikan warning untuk seluruh kementerian/lembaga terkait agar terus mengintensifkan pengendalian karhutla agar setiap tahun kebakaran bisa terus ditekan.

"Secara khusus untuk pencegahan yakni teknik pertanian olah tanah tanpa bakar akan dikoordinasikan oleh Menteri Pertanian. Presiden memberikan warning kepada semua aparat. Saya juga akan terus mengontrol supaya tidak ada pergerakan asap lintas batas negara," tandas Siti. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya