Jumat 02 Agustus 2019, 07:35 WIB

Pengusaha Perkebunan Diperingatkan Siaga Karhutla

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
Pengusaha Perkebunan Diperingatkan Siaga Karhutla

MI/Solmi Jambi
Anggota TNI dan anggota BPBD Jambi tengah sibuk melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Jambi

 

PEMERINTAH terus meningkatkan intensitas dalam memerangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Setelah status siaga darurat di enam provinsi ditetapkan, giliran pemilik konsesi lahan yang diminta untuk terlibat aktif dalam mengatasi karhutla.

Dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Jakarta, kemarin, pemerintah meminta pemilik izin konsesi untuk menindaklanjuti status siaga darurat karhutla yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam kaitan itu, pemilik izin konsesi diminta meningkatkan kewaspadaan demi mencegah karhutla meluas.Sejauh ini, mayoritas karhutla yang terjadi berada di lahan masyarakat atau perorangan.

"Kami masih mengecek secara detail apakah karhutla juga di wilayah perusahaan. Berdasarkan laporan sementara, sebagian besar di lahan masyarakat atau perorangan, bukan konsesi," kata Plt Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK Raffles B Panjaitan

Kementerian LHK mencatat, dalam kurun Januari-Mei 2019, kebakaran melahap 42.740 hektare. Berdasarkan data satelit Terra Aqua NASA dengan tingkat kepercayaan lebih dari 80%, total ada 1.800 titik panas di wilayah Indonesia sepanjang tahun ini.

Dalam rangka untuk mencegah meluasnya karhutla, Badan Restorasi Gambut (BRG) menjalankan operasi cepat pembasahan lahan gambut. Kepala BRG Nazir Foead menyebutkan, dengan pembasahan gambut diharapkan risiko kebakaran bisa dikurangi, terutama di area lahan gambut.

"Jadi, kalaupun sudah tidak hujan berminggu-minggu, lahan gambut tidak mudah terbakar. Kalaupun terbakar, sifatnya hanya api permukaan yang lebih mudah dipadamkan," kata Nazir, kemarin.

Untuk memudahkan proses pembasahan lahan gambut itu, Nazir memerintahkan Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) bekerja sama dengan kelompok masyarakat memeriksa sumur bor yang telah diinstalasi BRG.

Titik panas

Intensitas karhutla di berbagai wilayah dilaporkan meningkat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, kemarin, menemukan enam hotspot atau titik panas di wilayah tersebut.

Dari Kota Batu, Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota itu melaporkan kawasan hutan terbakar di Gunung Arjuno kian meluas, yakni mencapai 300 ha dari sebelumnya 100 ha. Karhutla juga melanda kawasan hutan di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Banyuwangi, Jatim.

Di lain sisi, Kepala BPBD Provinsi Babel Mikron Antariksa melaporkan sebanyak 19 titik panas terdeteksi di Babel, kemarin. Di Jambi, Tim Satgas Karhutla Jambi menemukan ada masyarakat yang sengaja membakar lahan untuk membuka usaha pertanian.

Komandan Satgas Karhutla Provinsi Jambi, Kol Arh Elphis Rudy, kemarin, mengatakan areal terbakar di Jambi hingga Juli 2019 mencapai 170 ha. Di Riau, jumlah titik panas yang terpantau melalui satelit, kemarin, mencapai 126. (Adi/PO/BN/UA/DY/RK/SL/X-6)

Baca Juga

dok.Ant

BMKG: Hari Ini Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 08:47 WIB
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia hari ini, Jumat (12/8) cerah...
Dok pribadi

Kurangi Sampah Organik, Mahasiswa Undip Ajak Warga Buat Kompos Takakura  

👤Oryza Khansa Azzahra, Mahasiswa Teknik Lingkungan Undip 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 08:35 WIB
AMPAH saat ini sampah menjadi permasalahan yang sudah mencapai skala...
Dok. Bank Syariah Indonesia

Bank Syariah Indonesia Bantu Segmen Pendidikan Islam Lewat Total Solutions

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 08:20 WIB
Solusi yang disiapkan diperuntukan untuk yayasan/sekolah, owner, guru/karyawan serta wali murid sehingga menyentuh seluruh aspek...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya