Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
Personel gabungan bekerja keras untuk melakukan pemadaman dan pendinginan hingga Senin (29/7). Personel tersebut merupakan bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Darat berasal dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan kementerian/lembaga.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), personel gabungan berjumlah 5.929 personel tersebar di lima provinsi, yaitu Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah masing-masing berjumlah 1.512 personel, sedangkan Kalimantan Barat berjumlah 1.395 personel. Upaya satgas darat didukung oleh operasi udara di bawah kendali Satgas Udara.
"Jumlah tersebut belum mencakup dukungan dari pihak swasta, seperti APP Sinar Mas yang berkekuatan 3.180 personel tersebar di 5 provinsi," Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo melalui siaran pers, di Jakarta, pada Selasa (30/7).
Sementara itu, satgas udara mengerahkan armada helikopter dan yang difungsikan untuk pemadaman, pendinginan, patroli dan survei.
Menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut, imbuhnya, helikopter disiagakan di empat provinsi, yaitu Riau 17 helikopter, Sumatra Selatan tiga helikopter, Kalimantan Barat enam helikopter, dan Kalimantan Tengah tujuh helikopter.
Helikopter yang ditempatkan di Riau merupakan dukungan dari BNPB 7 unit, KLHK 1, swasta 8, dan TNI 1. Total air yang digunakan untuk pemadaman dan pendinginan sejumlah 61.066.300 liter untuk semua wilayah terdampak. Selain armada helikopter, satuan tugas udara didukung pesawat untuk operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC).
"Operasi ini dimaksudkan untuk memicu terjadinya hujan di wilayah-wilayah yang terpapar titik panas (hotspot) dengan menebarkan garam di awan potensial," imbuhnya.
Agus menjelaskan perkembangan hingga Senin, 29 Juli 2019 pukul 16.00 WIB luas lahan terbakar di Riau seluas 27.683,47 ha. Dampak luas lahan di wilayah Riau terbesar dibandingkan wilayah lain di Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Luas lahan terbakar teridentifikasi di wilayah Kalimantan Barat 2.273,97 ha, Sumatera Selatan 236,49 ha, Kalimantan Selatan 52,53 ha, Kalimantan Tengah 27 ha, dan Jambi 4,18 ha. Sementara itu, hotspot atau titik panas dengan kategori kepercayaan lebih dari 80% atau tinggi terpantau di wilayah-wilayah tersebut.
Adapun titik panas tercatat hingga pukul 16.00 WIB Senin (29/7) Riau 27 titik, Jambi 26, Kalimantan Tengah 14, Kalimantan Barat 12, dan Sumatera Selatan 5, sedangkan Kalimantan Selatan tidak teridentifikasi adanya hotspot.
Meskipun terpantau adanya titik panas, Agus mengatakan kualitas udara (PM10) di Pekanbaru, Riau dalam kategori baik. Kualitas udara tersebut sempat pada kategori sedang pada tengah hari. (OL-09)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved