Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
LITERASI media sosial bagi orang tua sebagai kebutuhan penting supaya mereka bisa mendampingi anak-anak memanfaatkan media sosial secara sehat, sehingga terhindar paparan radikalisme, kata pengamat yang juga mantan Kominioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia
Maria Advianti.
"Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli hendaknya menjadi momentum untuk membentengi anak dari radikalisme dari medsos dan hal negatif lainnya," kata dia di Jakarta, Rabu (24/7).
Ia menyebut medsos menjadi salah satu alat penyebaran paham radikal yang luar biasa.
"Anak-anak ketika mendapat informasi radikalisme, biasanya pertama penasaran, bukan takut. Justru para teroris ini memanfaatkan rasa penasaran anak-anak sehingga menggiring mereka untuk mengakses informasi yang sudah dirancang melalui medsos," kata dia.
Oleh karena itu, ia meminta orangtua harus ikut aktif mengikuti perkembangan medsos sehingga tidak gagap teknologi (gaptek) terhadap media tersebut.
Meski tidak secanggih sang anak, kata dia, minimal dengan aktif bermedsos, komunikasi dan pengawasan orangtua terhadap anak bisa lebih baik.
Baca juga: SIS Group Of School Raih Penghargaan Bank Dunia
Maria mengatakan, melihat ciri-ciri anak terpapar radikalisme tidak mudah, namun biasanya dengan penampilan mereka lebih mudah mendeteksinya.
Akan tetapi, katanya, secara umum radikalisme dan terorisme di Indonesia melegitimasi terhadap agama. Padahal, potensi radikalisme ada di enam agama Indonesia.
Dia mengatakan salah satu ciri yang mudah diketahui terkait dengan paparan radikalisme adalah pakaian dan perilaku.
"Perlu ada pemahaman terhadap masyarakat agar mereka lebih waspada, biasanya mereka tinggal di kampung, kontrakan, perumahan di pinggiran, dan tidak pemanen. Hal ini harus diwaspadai, ini peran keluarga dan masyarakat untuk mengenali orang di sekeliling mereka," katanya.
Selain itu, kata dia, keluaga atau lebih khusus orang tua, memberikan perhatian saksama terhadap aktivitas anak, seperti saat mengaji atau sekolah, yang maksudnya orangtua harus selalu mengawasi pelajaran yang didapat anaknya.
"Pasalnya radikalisme bisa disusupkan melalui lagu, kisah, soal pelajaran, seperti jihad, benci kepada orang lain, dan lain-lain," pungkas Maria. (OL-1)
Kemkomdigi mengatakan memblokir sejumlah situs hingga konten di media sosial atau medsos yang diakses oleh pelaku terduga peledakan di SMAN 72 Jakarta.
SELAIN menyarankan kata gratis dalam Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dihapuskan, Komisi IX DPR RI juga menyoroti banyaknya plesetan MBG yang tersebar di media sosial
Opsi tersebut juga dinilai dapat memudahkan pemerintah untuk mengawasi ruang digital dari segala bentuk misinformasi serta hoaks.
Pelaku salah sasaran mengira korban adalah kelompok lawan yang akan melakukan aksi tawuran
Ia menyarankan masyarakat untuk memilah dan memilih berita yang benar-benar bermanfaat.
Media sosial adalah teknologi berbasis internet yang memfasilitasi komunikasi dua arah, membangun komunitas, dan berbagi konten antara individu atau kelompok secara real-time.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved