Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Revolusi industri 4.0 mendorong inovasi-inovasi teknologi dan pelayanan yang memberikan dampak disrupsi atau perubahan fundamental terhadap kehidupan masyarakat. Hal tersebut memberi tantangan bagi dunia industri tidak terkecuali industri rumah sakit.
Karena itu, manajemen rumah sakit didorong untuk melakukan perubahan-perubahan serta inovasi-inovasi di segala bidang untuk merespons tuntutan dan kebutuhan konsumen rumah sakit di masa yang akan datang.
"Rumah sakit di Indonesia harus terus mempersiapkan diri agar mampu beradaptasi di era perubahan yang disruptif serta mengambil peluang dengan melakukan inovasi. Rumah sakit-rumah sakit juga harus mampu memanfaatkan teknologi yang ada agar tidak kalah bersaing dengan rumah sakit didalam maupun di luar negeri," kata Ketua ARSSI Drg Susi Setiawaty, MARS di Jakarta, Rabu (24/7).
Terkait hal tersebut, Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) untuk keenam kalinya menyelenggarakan kegiatan tahunan yakni Seminar Nasional VI & Health Care Expo V di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta. Acara yang berlangsung dari 23 Juli sampai dengan 25 Juli 2019 tersebut mengusung tema 'Tantangan Rumah Sakit Indonesia di Era Industri 4.0 & Universal Health Coverage (UHC)'.
Susi mengatakan bahwa dunia perumahsakitan harus merespons perubahan dengan bijak dan cerdas yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, institusi dan fasilitas kesehatan dari sektor pemerintah dan swasta, akademik, Pendidikan, organisai profesi, perusahaan dan masyarakat luas.
Dalam acara seminar kali ini, menurut Susi, juga membahas penerapan universal health coverage (UHC) yang menjadikan seluruh rakyat Indonesia berhak mendapat perlindungan kesehatan dan wajib mengikuti program jaminan kesehatan nasional (JKN) atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
"Keadaan tersebut mendorong pemilik dan manajemen rumah sakit khususnya rumah sakit swasta untuk mengelola rumah sakitnya dengan baik, memperhatikan efisiensi dan efektifitas layanan yang mengedepankan mutu layanan yang aman bagi pasien. Bila tidak, rumah sakit juga akan terdisruptif dengan perubahan sistem layanan kesehatan di Indonesia," papar Susi.
Beberapa topik utama menarik yang akan mengisi kegiatan Seminar Nasional ARSSI pada hari pertama antara lain 'Regulasi Kesehatan dalam Mempersiapkan Rumah Sakit Memasuki Era Industri 4.0, Tantangan Rumah Sakit di Era 4.0, Dilema Etik Kedokteran dalam Revolusi Industri 4.0 di Bidang Kesehatan serta Evaluasi Penyelenggaraan JKN pada aspek Regulasi dan Implementasi JKN di Era UHC.'
"Topik Strategi Suksesnya Implementasi E-Purchasing di Rumah Sakit di Era UHC tidak ketinggalan juga diangkat, yang akan mengupas tuntas tentang implementasi E-Purchasing di rumah sakit swasta, kendala yang dihadapi rumah sakit swasta serta kunci keberhasilan dalam penerapan E-Purchasing," jelas Susi.
Penyelenggaraan Seminar Nasional ARSSI 2019 juga bertujuan antara lain untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi pemilik dan manajemen rumah sakit di Indonesia dalam menghadapi tantangan era Industri 4.0 dan UHC serta membantu rumah sakit Indonesia mewujudkan cita-citanya nya menjadi rumah sakit pilihan dengan memberikan pelayanan yang prima. (OL-09)
Secara umum sayuran berdaun memang jarang disajikan pada menu rumah sakit karena selain alasan praktis seperti penyimpanan dan pengolahan, juga sayuran berdaun cenderung tinggi purin.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved