Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengatakan bantuan sosial pangan untuk masyarakat dalam bentuk tunai akan diberikan dalam bentuk beras guna mengoptimalkan penyerapan stok di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog).
"Sekarang kita akan kembalikan lagi ke raskin, dalam bentuk materi, jadi beras langsung ke masyarakat. Kenapa demikian, karena Bulog tidak tahu mau diapakan berasnya," kata Wapres JK saat memberikan pengarahan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 di Jakarta, kemarin.
Ia menjelaskan selama ini stok beras di gudang Bulog banyak menumpuk karena penyalurannya tidak optimal. Akibatnya, kualitas beras tersebut berkurang dan pada akhirnya tidak terpakai.
"Bulog itu ditugaskan untuk membeli beras dari masyarakat pada musim panen, tapi tidak ada penyalurannya. Karena tidak dikeluarkan, jadi kuning, akhirnya dibuang dan itu mubazir," kata Wapres.
Audit Bulog
Di sisi lain, Direktur Pukat UGM Oce Madril menilai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perlu mengaudit Bulog guna melihat penumpukan beras itu akibat ada ketidaksesuaian antara rencana dan realisasi. Penumpukan yang menimbulkan kerusakan berpotensi menimbulkan kerugian negara.
"Potensi kerugian itu tetap ada maka harus diaudit oleh BPK dan BPKP. Ini bagian dari pengawasan juga untuk melihat bagaimana realisasi dibelanjakannya APBN, karena anggaran itu kan harus dipertanggungjawabkan, bagaimana gunakannya," kata Oce, kemarin.
Dia melanjutkan, untuk melihat kerugian negara, BPK harus melihat berapa banyak beras yang busuk, kemudian berapa nilainya serta bagaimana perencanaannya. Boleh jadi memang perencanaan dan realisasi tidak dirancang dengan baik.
Di kesempatan lain, peneliti ICW Firdaus Ilyas menilai ada PR besar di Bulog menyangkut tata kelola untuk menyangga pangan nasional. Menurutnya, Bulog tidak punyai data yang baik mengenai produksi, data kebutuhan dan ketersediaan stok di Bulog sendiri. (Pra/Ant/E-1)
WAKIL Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq bersama Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanca Banyumas, Muhammad Haekal, mengingatkan para pengecer agar mematuhi ketentuan harga sesuai regulasi yang berlaku.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
PERUM Bulog tengah menyiapkan ekspor beras premium untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved