Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Agama menilai mulai terjadi pergeseran makna dan tujuan masyarakat di Tanah Air dalam melaksanakan ibadah haji. Masyarakat saat ini tidak sekadar beribadah.
Direktur Bina Haji Direktorat Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Khoirizi di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Rabu (24/4) mengatakan saat ini ada fenomena yang berkembang yakni menunaikan haji untuk kepentingan wisata atau jalan-jalan.
"Haji kini bukan hanya untuk ibadah saja," kata Khoirizi di hadapan 1.108 petugas haji yang sedang menjalani pembekalan terintegrasi untuk musim haji tahun ini, Rabu (24/4).
Khoirizi juga menilai ada orang-orang yang menunaikan ibadah haji demi sebuah popularitas. Menurut dia, berbagai kemudahan dalam berhaji kini termasuk untuk perjalanan yang tidak perlu memakan waktu lama dan akomodasi yang semakin memadai, menjadikan makna dan nilai murni haji malah memudar.
Padahal dalam sejarahnya sejak zaman dahulu kala bahkan sejak era pra-kemerdekaan, perjalanan melaksanakan ibadah haji dianggap sebagai ibadah dengan makna dan tujuan yang sangat dalam.
"Dulu, orang naik haji semata-mata hanya karena ibadah. Dulu orang mau naik haji, perjalanan menghabiskan waktu berbulan-bulan. Tidak sedikit masyarakat Indonesia kemudian memilih memperdalam ilmu agama di Tanah Suci sebelum kembali ke Indonesia," terangnya.
baca juga:Tambahan Kuota Haji Tantangan Terberat Petugas Haji
Ia menekankan karena beratnya menunaikan ibadah haji pada zaman dulu sekaligus banyak dari mereka yang memperdalam ilmu agama di Tanah Suci, wajar jika kemudian di Indonesia banyak bermunculan tokoh-tokoh besar termasuk pahlawan nasional yang kembali dari berhaji. Beberapa di antara mereka di antaranya Pangeran Diponegoro, Hasanudin, Cut Nyak Dhien, Hamka, hingga Ahmad Dahlan. (OL-3)
sebanyak 170 ribu dari total 203.320 jemaah haji reguler 2026 masuk dalam kategori risiko tinggi (risti).
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) didorong untuk mengeluarkan fatwa terkait tata cara dan sumber dana ibadah haji. Wacana itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Metode TFG digunakan untuk memvisualisasikan pergerakan ribuan jemaah dan petugas di titik-titik krusial di Tanah Suci, termasuk saat puncak pelaksanaan ibadah haji.
hifdzun nafs atau menjaga keselamatan jiwa jemaah haji harus menjadi prioritas utama pemerintah,
Adanya izin pembangunan kampung haji membuat Indonesia dituntut menghadirkan standar pelayanan haji yang berkualitas, transparan dan akuntabel.
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved