Rabu 24 April 2019, 00:10 WIB

Tambahan Kuota Haji Tantangan Terberat Petugas Haji

Sitira Hamid | Humaniora
Tambahan Kuota Haji Tantangan Terberat Petugas Haji

Dok. Kemenag RI
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat membuka pembekalan petugas haji 1140H di Jakarta, Selasa (23/4)

 

TAMBAHAN kuota haji 1440 hijriah bagi jemaah asal Indonesia sebesar 10 ribu menjadi tantangan tersendiri bagi petugas haji Indonesia. Petugas haji tahun ini akan melakukan pelayanan bagi 231 ribu jemaah tanah air di tanah suci.

Hal itu ditegaskan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat membuka pembekalan petugas haji 1440H/2019M di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Selasa (23/4) malam.

"Kita tidak menambah petugas haji dengan tambahan tersebut, ini adalah medan amal bagi kita. Indeks kepuasan jamaah juga menjadi tantangan sendiri. Dan tingkat kepuasan itu dari waktu ke waktu selalu meningkat," katanya.

Menag mengingatkan, menjadi petugas haji di tanah suci merupakan tugas mulia yang harus disyukuri dan dijalani untuk melayani jemaah haji Indonesia.

"Petugas haji adalah orang-orang pilihan. Mari memaknai takdir ini dengan cara mensyukurinya dengan cara semaksimal mungkin menjalankan fungsi kita sebagai petugas," ujar Lukman

Pembekalan terintegrasi petugas haji Arab Saudi tahun 1440H/2019M ini mengambil tema menyiapkan petugas haji yang bersih dan melayani dengan menjunjung tinggi 5 nilai budaya kerja.

Baca juga : Kemenag Gelar Pembekalan 1.108 Petugas Haji 1440H

Menag mengajak petugas haji untuk selalu berbersyukur atas amanah kepercayaan yang tidak semata kepercayaan, tapi juga kemuliaan dari negara, dan kemuliaan dari Allah SWT.

"Kita yang hadir sebagai petugas haji adalah orang-orang pilihan, bukan hanya negara yang memberinya, tapi Allah. Karena itu semaksimal mungkin kita menjaga amanah itu," jelas Menag di hadapan 1.108 peserta pembekalan petugas haji.

Menag juga menegaskan, petugas haji meneguhkan niat sebagai petugas haji untuk bertugas, agar ke depan petugas tidak terganggu terpengaruh sehingga niatnya terganggu

"Saudara-saudara adalah petugas non kloter yang sejak awal niat harus dipasang dengan baik, niat kita adalah bertugas bukan berhaji, dalam makna khusus yang belum berhaji tentu akan melaksanakan ibadah haji, tapi sebagai sebuah niat petugas bukanlah berniat berhaji, haji kita adalah bertugas. Kewajiban kita sebagai petugas adalah bertugas", ujarnya.

Sebagai petugas haji, Menag juga meminta peserta yang hadir untuk memaknai fungsi dan tugas seorang petugas haji yang sesungguhnya.

"Fungsi petugas haji adalah melindungi jemaah haji kita dalam makna yang seluas luasnya fisik dan batin. Melayani seluruh jemaah haji kita. Dan membina jemaah pada waktu-waktu yang juga istimewa," jelas Menag.

Lanjut Lukman, ketika sudah menggunakan atribut haji, dituntut kesadarannya untuk bersatu.

"Saya minta kesadaran kita untuk bersatu. kita berada dalam satu kesatuan merah putih, jadi jangan lagi mementingkan predikat kita dari mana kita berasal kemenag, kemenlu, dll. kita harus menanggalkan ego sektoral," jelasnya. (OL-8)

VIDEO TERKAIT:

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More