Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH mewajibkan rumah sakit (RS) yang bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk segera melakukan akreditasi paling lambat Juni 2019. Dalam prosesnya, hingga April 2019, masih ada 83 RS yang belum siap diakreditasi.
Direktur Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Farichah Hanum menjelaskan masalah kesiapan dari sisi sarana dan prasarana, bangunan yang belum memadai serta kurangnya sumber daya manusia menjadi kendala yang dihadapi rumah sakit-rumah sakit tersebut.
"Meskipun demikian, kami memantau dan mengomunikasikan dengan rumah sakit yang belum siap. Kementerian Kesehatan melibatkan pemangku kepentingan untuk mendorong agar akreditasi bisa dilakukan," ujarnya ketika dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Sabtu (20/4).
Ia mengatakan berbagai upaya sudah dilakukan dalam mendorong rumah sakit bisa meningkatkan mutu melalui akreditasi. Kementerian Kesehatan, ujarnya, meminta dinas kesehatan kabupaten/kota agar melakukan pemantauan terhadap rumah sakit milik pemerintah daerah yang belum terakreditasi.
Baca juga: Tenaga Spesialis Kurang Bisa Turunkan Akreditasi RS
Untuk rumah sakit daerah, terangnya, pemerintah memberikan dana alokasi khusus nonfisik yang bisa dipergunakan untuk proses akreditasi seperti pelatihan, survei simulasi, bimbingan ataupun biaya akreditasi.
"Kalau RS swasta berbeda, kami tidak bisa memberikan dukungan langsung untuk permodalan. Kami melibatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan seperti lokakarya," terang Hanum.
Dalam lokakarya tersebut, Hanum mengatakan RS yang belum terakreditasi diundang ke RS yang sudah mengimplementasikan standar secara baik agar dapat belajar mempersiapkan akreditasi dan mengimplementasikannya secara langsung.
Pemerintah juga bekerja sama dengan asosiasi rumah sakit seperti Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Perssi), Asosiasi Rumah Sakit Daerah (Arsada) dan Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) untuk melakukan pendampingan bagi rumah sakit yang belum siap melakukan akreditasi melalui program sosial organisasi-organisasi tersebut.
Data Kementerian Kesehatan, pada Desember 2018, terdapat 720 rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan tetapi belum terakreditasi. Pada 15 Maret 2019, jumlah RS yang belum melakukan proses akreditasi berkurang menjadi 380 RS dan pada April 2019, hanya 83 RS yang belum mendaftar dan mempersiapkan akreditasi.
Menurut Hanum, 720 RS tersebut dimiliki 50% oleh swasta antara lain 66 RS milik perusahaan, 97 RS swasta murni, 63 RS millik organisasi sosial kegamaan dan selebihnya milik pemerintah, TNI/Polri, serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Pemerintah sudah mengupayakan, tinggal pemilik RS mau bergerak atau tidak melakukan akreditasi," tukasnya.
Kewajiban RS melakukan proses akreditasi merupakan amanat dari Undang-Undang No 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, rumah sakit harus profesional dan kompeten.
Ketua Perssi Koentjoro A Purjanto mengatakan akreditasi merupakan bukti rumah sakit telah memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh regulator dalam hal ini pemerintah. Harapannya apabila sudah terakreditasi, keselamatan pasien dapat terjamin.(OL-5)
Cek kesehatan berkala sangat dianjurkan untuk masyarakat dengan tujuan mengetahui status kesehatan, mendeteksi dini gangguan kesehatan, dan meningkatkan pemahaman tentang kesehatan.
MEMASUKI tahun 2026, kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan preventif semakin meningkat, termasuk dengan mengonsumsi suplemen kesehatan.
Sejumlah jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali karena dapat merusak zat gizi dan bahkan memicu pembentukan senyawa berbahaya bagi kesehatan.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Irma menyoroti masih adanya keluhan masyarakat terkait keterbatasan dokter spesialis maupun subspesialis yang berdampak pada tidak optimalnya akses pelayanan kesehatan.
Keterlibatan sekolah dan orang tua jadi elemen penting dalam membangun pemahaman anak terhadap kesehatan dan lingkungan medis secara positif.
Jasa Raharja telah mengoptimalkan sistem monitoring dan respons cepat yang terintegrasi secara daring dengan lebih dari 2.770 rumah sakit di seluruh Indonesia.
Fokus kolaborasi ini adalah menggalakkan program pencegahan stunting bagi warga masyarakat di sekitar Pondok Gede, Kota Bekasi.
Integrasi fasilitas dan layanan ini dirancang untuk menghadirkan alur perawatan kanker yang lebih komprehensif dan efisien.
MULAI berfungsinya kembali beberapa rumah sakit di lokasi bencana banjir di Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Aceh merupakan kabar baik. Namun, peningkatan jumlah pasien akan meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved