Minggu 10 Maret 2019, 07:10 WIB

Orang Utan Dilepasliarkan di Hutan Gunung Lumut

Antara | Humaniora
Orang Utan Dilepasliarkan di Hutan Gunung Lumut

ANTARA

 

BKSDA beserta sejumlah pihak terkait melepasliarkan seekor orang utan (Pongo pygmaeus) jantan yang sebelumnya diduga tersesat dan masuk kampung di Desa Lampeong I, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah di kawasan Hutan Lindung Gunung Lumut.

"Kami berangkat bersama tim BKSDA dan lainnya sudah agak sore pada Kamis (7/3) sehingga sampai di lokasi untuk melepas orang utan itu sudah malam, sekitar pukul 19.00 WIB di kawasan hutan lindung Gunung Lumut," kata Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar melalui Kapolsek Gunung Purei Ipda Kuslan yang berada di Desa Lampeong ketika dihubungi dari Muara Teweh, Jumat (9/3).

Baca juga: Presiden Ajak Milenial Taat Berkendara

Ia menjelaskan perjalanan menuju kawasan Gunung Lumut ditempuh sekitar 40 kilometer dari Desa Lampeong dengan tujuan Desa Muara Mea dan dilanjutkan ke jalan perusahaan HPH PT Indexim Utama. "Dalam perjalanan tidak ada kendala sehingga pelepasan orang utan ini berjalan lancar," katanya.

Sebelumnya, Anggota Tim WRU Wildlife Rescue Unit Seksi Konservasi Wilayah III Muara Teweh BKSDA Kalteng, Perdi, mengatakan satwa yang dilindungi itu saat diperiksa oleh tim medis dari Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng Palangka Raya dinyatakan sehat sehingga harus dikembalikan ke hutan tempatnya selama ini. "Satwa primata ini sehat bahkan terlihat jinak, sehingga diperkirakan seperti pernah dipelihara," katanya.

Orang utan yang terlihat sudah tua dan mempunyai jipet (pipi yang menggelambir) itu diketahui warga setempat masuk desa pada Selasa (4/3), sekitar pukul 08.00 WIB.

Satwa primata menjadi tontonan masyarakat setempat karena sudah tua sehingga banyak aktif di bawah, kecuali kalau malam atau saat tidur naik ke pohon. "Sebelum dilepasliar orang utan tersebut sudah diamankan dalam kurungan di dalam mobil terbuka di halaman Polsek Gunung Purei," ujarnya.

Kawasan hutan lindung Gunung Lumut seluas 28.000 hektare yang masih menjadi bagian kawasan Pegunungan Schawaner dan Muller itu, habitat beberapa flora dan fauna asli Kalimantan.

Pada 2003-2005 kawasan hutan Gunung Lumut sudah diteliti oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pihak LIPI menyurvei potensi keanekaragaman hayati di gunung dengan puncak tertinggi sekitar 1.210 meter dari permukaan air laut itu. (Ant/OL-6)

Baca Juga

ANTARA

Koalisi Tradisi Kebaya Dukung Jalur Single Nation 

👤Budi Ernanto 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 12:43 WIB
Mayoritas pecinta kebaya lain menolak wacana multi...
ilustrasi

WHO Sebut Kasus Covid-19 Dunia Turun 24%, Pakar: Indonesia Masih Fluktuasi

👤Dinda Shabrina 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 12:11 WIB
Tjandra menungukapkan angka kematian di Indonesia masih cenderung meningkat. Rabu (17/8), Tjandra menyebut berdasarkan laporan, sebanyak 19...
AFP/MAGAN CRANE

Mahasiswa Unair Temukan Inovasi Deodorant Spray Alami Ekstrak Bintang Laut

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 12:01 WIB
Inovasi yang berjudul ‘Patrick Spray’ itu berhasil mengantarkan mereka meraih pendanaan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya