Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Daerah Dekat Garis Khatulistiwa Alami Dua Kali Kemarau

Sri Utami
25/2/2019 20:40
Daerah Dekat Garis Khatulistiwa Alami Dua Kali Kemarau
()

MAYORITAS daerah di Tanah Air masih akan diguyur hujan dengan intensitas tinggi hingga Maret. Meski begitu, beberapa daerah sudah dilanda peralihan musim hujan ke musim kemarau. Peralihan itu menyokong titik-titik panas hingga menimbulkan kebakaran hutan seperti di Riau.  

Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mulyono R Prabowo menuturkan beberapa wilayah seperti Riau memiliki letak geografis yang dekat dengan garis khatulistiwa sehingga mengalami kurang hujan atau kemarau.

"Kondisi Riau punya pola hujan selama satu tahun memiliki dua kali musim hujan dan dua musim kemarau. Januari sampai Maret kurang hujan atau musim kemarau. April sampai Juni musim hujan lalu Juli sampai September musim kemarau kedua dan Oktober sampai Desember musim hujan kedua," terangnya.

Prabowo menambahkan sesuai dengan klimatologisnya kemarau pertama melanda pesisir timur Sumatra bagian tengah dan Kalimantan bagian barat. Wilayah-wilayah itu rawan terjadi kebakaran hutan di saat sebagian besar daerah di Indonesia masih mendapatkan hujan dengan intensitas tinggi.

"Di daerah yang meliputi sebagian besar pesisir barat Sumatra, Sumatra bagian tengah, Kalimantan barat dan tengah, Sulawesi bagian tengah dan sebagian tenggara, dan sebagian Papua bagian utara, karakter musim itu dicirikan oleh dua kali puncak hujan dan puncak kemarau dalam setahun. Atau, dikenal sebagai tipe hujan ekuatorial. Kemarau pertama umumnya berlangsung di Februari, sedangkan kemarau kedua berlangsung mulai Juni hingga Agustus," tandasnya. (A-2)

Berita terkait : Satu SSK Bantu Padamkan Karhutla Riau

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya