Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Rektor IPB Apresiasi Kartu Sakti KIP Kuliah

Dede Susianti
25/2/2019 19:05
Rektor IPB Apresiasi Kartu Sakti KIP Kuliah
(MI/Dede Susianti)

REKTOR Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria menyambut baik gagasan-gagasan yang disampaikan calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo, saat Konvensi Rakyat di Sentul International Convention Center (SICC), Minggu (24/2) malam.

Salah satu program yang digagas Jokowi adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Kartu sakti ini, kata Jokowi adalah perluasan cakupan dan jangkauan dari KIP yang sudah ada. Selama ini KIP baru mencakup tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan SMA (sekolah menengah atas). KIP diperuntukkan bagi masyarakat dari kalangan tidak mampu atau keluarga miskin.

Arif menyebut, saat ini pemerintah sudah memiliki program Bidikmisi yang dinilainya merupakan program yang sangat bagus. Dengan ditambah program lain seperti KIP Kuliah, akan sangat membantu masyarakat miskin untuk bisa mengakses pendidikan.

"Kalau ditambah lagi dengan program-program lain, yang sifatnya mensupport dan membuka akses seluas-luasnya untuk orang miskin bisa sekolah sampai selesai di perguruan tinggi, itu saya kira sangat, sangat bagus. Bagus untuk bangasa Indonesia," kata Arif.

Arif mengaku ia belum mengetahui secara persis desain KIP Kuliah. Meski begitu, pihaknya tentu mendukung program-program yang mengangkat kesejahteraan keluarga tidak mampu.

 

Baca juga : Kementerian Teknis Mulai Matangkan KIP Kuliah Pekan Depan

 

Dia mengatakan, apa pun upaya untuk terus meningkatkan jumlah mahasiswa yang kurang mampu bisa menempuh pendidikan, sudah seharusnya terus didorong.

"Jadi, langkah apa pun untuk bisa memperluas akses beasiswa, itu sangat sangat membantu. Karena pendidikan itu salah satu instrumen yang paling signifikan untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan," jelasnya.

Keluarga miskin, lanjut Arif, bila memiliki anak sampai lulus dari sebuah universitas atau perguruan tinggi, derajat mereka secara ekonomi akan terangkat. Oleh sebab itu, keluarga tidak mampu harus didorong seluas-luasnya untuk menikmati pendidikan tinggi.

"IPB melihat yang penting kualitas. Banyak sekali orang-orang yang kurang mampu, tapi berkualitas, sehingga itu yang harus kita dorong. Supaya bisa mengenyam pendidikan perguruan tinggi dan kemudian bisa membantu menurunkan kemiskinan. Saya tidak akan memberikan komentar politik yah. Saya melihat dari sisi substansi program. Bahwa program-program yang mendorong untuk peningkatan akses keluarga tidak mampu, saya kira akan sangat penting bagi bangsa ini," pungkasnya.

Hal senada diungkapkan Rektor Universitas Pakuan Bogor, Bibin Rubini. Menurutnya, gagasan Jokowi akan semakin memberikan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi bagi rakyat miskin.

Hanya saja, baik Arif maupun Bibin, meminta implementasi kebijakan tersebut harus diperhatikan benar-benar, agar tepat sasaran. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya