Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Kementerian Teknis Mulai Matangkan KIP Kuliah Pekan Depan

Iqbal Al Machmudi
25/2/2019 18:30
Kementerian Teknis Mulai Matangkan KIP Kuliah Pekan Depan
(Agus Sartono---Ist)

RENCANA pemberlakuan program kartu baru untuk mengangkat kesejahteraan kelompok masyarakat miskin segera dibahas di kementerian teknis. Kartu baru tersebut meliputi Kartu Sembako Murah, Kartu Pra Kerja, dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah.

Khusus Kartu Indonesia Pintar Kuliah akan segera dibahas minggu depan untuk dimatangkan sebelum disosialisasikan kepada masyarakat.

Deputi Menteri Bidang Pendidikan dan Agama, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Agus Sartono, mengatakan pada prinsipnya KIP diperuntukan bagi anak dari keluarga tidak mampu usia 6-21 tahun. Kini, sasaran bakal diperluas agar mereka dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih tinggi.

"Jadi ide besarnya, pemegang KIP diprioritaskan mendapatkan beasiswa Bidikmisi. Kemenristekdikti (Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi) sudah menggunakan informasi pemegang KIP untuk memberikan beasiswa Bidikmisi tersebut," kata Agus Sartono di Jakarta, Senin (25/2).

Tujuan KIP Kuliah untuk memberikan akses pendidikan yang lebih tinggi dengan pendanaan didukung secara penuh oleh pemerintah. "Dengan cara demikian maka diharapkan anak-anak dari keluarga tidak mampu nantinya memperoleh akses pendidikan yang sama dan memudahkan mendapatkan pekerjaan. Dalam jangka panjang disparitas (kesejahteraan) dapat diperkecil," ujar Agus.

Menurut Agus, anak-anak dari keluarga tidak mampu kerap tidak mendapatkan akses pendidikan lebih tinggi. Padahal, mereka memiliki potensi yang besar.

Ia mencontohkan penerima beasiswa Bidikmisi, banyak di antara mereka yang mampu meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,5. Dengan KIP Kuliah akses anak-anak keluarga miskin semakin besar.

"Beasiswa Bidikmisi itu kan diberikan untuk keluarga tidak mampu. KIP sendiri desainnya untuk anak usia 6-21 tahun. Jadi kalau selama ini hanya dibagi untuk anak hingga SMA/SMK/MA, nanti ada KIP untuk yang mau kuliah," imbuh Agus.

Sebelumnya, calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo yang juga petahana, menjanjikan program baru untuk memacu kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program baru tersebut di antaranya Kartu Sembako Murah, Kartu Pra Kerja, dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah.

Janji program baru tersebut disampaikan oleh Jokowi lewat pidato politiknya pada acara Konvensi Rakyat Optimis Indonesia Maju di Sentul. Jokowi meyakini program tersebut akan memberikan manfaat yang lebih baik lagi untuk masyarakat. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya