Minggu 24 Februari 2019, 21:05 WIB

Subsidi Tipping Fee Dorong Pengembangan PLTSa

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
Subsidi Tipping Fee Dorong Pengembangan PLTSa

ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Petugas melakukan uji coba mesin Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, Jawa Tengah, Kamis (14/2/2019).

 

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan 12 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) akan beroperasi mulai 2019 hingga 2022 mendatang.

Demi merangsang daerah agar mau membangun atau bekerja sama dengan swasta membangun PLTSa, pemerintah pusat memberikan bantuan biaya pengolahan sampah (tipping fee) sebesar Rp500.000/ton sampah.

Itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35/2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menyatakan langkah pemberian subsidi tipping fee tepat untuk mendorong percepatan PLTSa. Keberlanjutan subisidi perlu diperhatikan mengingat keterbatasan pemda dalam pembiayaan pengelolaan sampah.

"Kemampuan pemda untuk menyediakan tipping fee terbatas. Bantuan tipping fee Rp500 ribu/ton itu cukup besar. Ini salah satu bentuk subsidi pemerintah pusat kepada pemda," ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, Minggu (24/2).

Baca juga: Daerah Dibantu Percepat Bangun PLTSa

Menurutnya, tantangan besar dalam pengembangan PLTsa ialah harga listrik yg harus dibeli oleh PLN. Sebelumnya, harga yang ditetapkan cukup tinggi sekitar US$17 sen/kWh. 

Namun setelah terbitnya Perpres Nomor 35 Tahun 2018, tarif keekonomian bakal turun menjadi US$13 sen/kWh. Itu membuat harga jual listrik dari PLTSa lebih komptetitif.

"Dengan adanya Perpres No 35, kedua hal ini (tipping fee dan harga) bisa diatasi. Kalau tidak ada bantuan tipping fee, mungkin susah tercapai harga listrik tersebut," ujarnya.

"Teknologi yang dipakai PLTsa yaitu zero waste memang cukup mahal investasinya. Walaupun, keuntungan bagi pemda cukup besar yakni kota bersih dari timbunan sampah," tandasnya. (OL-3)

Baca Juga

Antara

Kemkes Percepat Vaksinasi Booster di Jabodetabek Antisipasi Lonjakan Omikron

👤Ant 🕔Minggu 16 Januari 2022, 23:54 WIB
Menkes menuturkan sebagian besar atau lebih dari 90 persen transmisi lokal varian omikron akan terjadi di...
Antara

174 Bencana Melanda Indonesia Sepanjang 2022

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 16 Januari 2022, 23:10 WIB
Bencana terbanyak, yakni banjir dengan 90 kejadian, cuaca ekstrem dengan 55...
MI/ Lina Herlina

119,7 Juta Orang Telah Divaksinasi Lengkap

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 16 Januari 2022, 23:05 WIB
Indonesia menargetkan 208,2 juta penduduk menerima vaksin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya