Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Miliki Omzet Rp1 Miliar

DG/S1-25
21/2/2019 08:40
Miliki Omzet Rp1 Miliar
MI/Depi Gunawan(MI/Depi Gunawan)

BANK Sampah Induk Cimahi (Samici) saat ini sudah berhasil mengelola sebanyak 1 ton-2 ton sampah nonorganik per hari atau dengan nominal rupiah yang diperoleh nasabah antara Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan.

Sejak didirikan pada Oktober 2014, bank sampah yang berada di Jalan KH Usman Domiri, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, telah memiliki 1.200 dan telah menghasilkan nominal hingga Rp1 miliar.

Direktur Bank Samici, Warso Wijaya menuturkan, sampah yang dikelola di Bank Samici berasal dari sampah rumah tangga, sekolah, perkantoran, dan tempat atau fasilitas umum. Tiap nasabahnya menyetorkan atau menabung sampah-sampah yang telah dipilah dalam waktu seminggu sekali.

“Tujuan awal pendirian bank sampah yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi ini untuk mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah. Tujuan ke depan, kami harapkan Cimahi bebas dan bersih sampah di 2020,” kata Warso di Bank Samici, Selasa (12/2).

Menurut dia, kini pihaknya sudah menjangkau tiga kecamatan di wilayah Cimahi. Berkat bank sampah, Warso menyatakan, berhasil mengurangi volume sampah sekitar 10% yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Ini membuktikan bahwa masyarakat Cimahi menerima program bank sampah. Antara 5-10 orang per hari masyarakat setor sampah ke kita, tetapi ada juga yang kita jemput langsung ke masyarakat melalui unit-unit yang sudah kita bentuk,” tuturnya.

Selain itu, Warso melanjutkan, dengan hadirnya bank sampah ini menghasilkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan bisa menggaji sembilan orang pekerja yang sehari-hari bertugas memilah sampah, “Kita hanya libur di Minggu, walaupun hari libur nasional, pekerja tetap masuk,” ucapnya.

Pada awal rencana pembangunan bank sampah, diakuinya, banyak warga yang kurang mendukung karena lokasinya berada di tengah permukiman penduduk.

Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup harus mengadakan sosialisasi tiga kali kepada warga.

“Sempat ada penolakan, ada anggapan kalau sampah itu bau dan kotor, tapi kita jalan dulu saja. Hari demi hari, masyarakat akhirnya bisa mengerti,” bebernya.

Selain terus meningkatkan jumlah nasabah, Warso berharap, nantinya di Bank Samici bisa dibangun tempat pengolahan sampah terpadu walaupun hal itu sulit karena bakal ditentang warga.

“Harapannya seperti itu, tapi kita berat di pengadaan lahan, sumber daya manusia (SDM) juga kurang. Pastinya, nanti juga timbul keluhan dari masyarakat, alatnya berisiklah atau lain-lainnya,” tambahnya.Salah seorang warga, Septiani, mengaku baru seminggu jadi nasabah Bank Samici. “Baru seminggu ini jadi nasabah, sampah-sampah yang saya setorkan kebanyakan plastik atau bungkus bekas makanan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya