Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan strategi mitigasi setelah terjadinya rentetan gempa bumi di zona megathrust di sekitar Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, akhir pekan lalu.
Mitigasi membangun kesiapsiagaan masyarakat sewaktu-waktu terjadi gempa hebat yang berpotensi memunculkan tsunami.
"Ini harus diperhatikan. Harus ada pemasangan tanda-tanda zona bahaya sehingga masyarakat lebih siap. Rute evakuasi harus diketahui baik siang dan malam juga harus kelihatan, apalagi kalau sampai lampu mati pas kejadian. Simulasi juga perlu dilakukan malam hari,” kata Kepala BNPB Doni Monardo melalui keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (7/2).
Doni mengatakan ia beserta jajaran pemerintah daerah Sumatra Barat telah menggelar rapat kordinasi untuk mengantisipasi potensi bencana hebat di zona megathrust sekitar Mentawai.
Sebelumnya gempa berkekuatan magnitudo 6,1 terjadi berpusat di laut pada jarak 105 km arah Tenggara Kota Tua Pejat, Kepulauan Mentawai, terjadi pada Sabtu (2/2) pekan lalu.
Gempa berkekuatan magnitudo 5,6 juga terjadi, Selasa (5/2) berpusat di laut pada jarak 32 km Nias Selatan.
Baca juga: Pemerintah Antisipasi Gempa Megatrust Mentawai
Doni menegaskan pemerintah daerah perlu memerhatikan lanskap dan tata ruang daerah dalam mitigasi bencana. Kota Padang contohnya merupakan daerah dataran rendah. Ketinggian rata-rata permukaan daratan Kota Padang kurang dari 10 meter, sehingga, potensi gelombang tsunami lebih dari 10 meter bakal menghantam area dengan radius 2,5 dari bibir pantai.
Ia berpesan agar pemda menginventarisasi infrastruktur dan bangunan tepi pantai yang bisa difungsikan untuk tempat berlindung (shelter).
Menurut peneliti geologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Danny Hilman Natawidjaja, gempa besar dan tsunami masih mengancam Sumatra Barat. Aktivitas tektonik yang terjadi di sekitar zona megathrust sepekan terakhir dikhawatirkan bisa mendorong terjadinya gempa yang lebih besar dan memicu tsunami.
Menurut pemodelan, gelombang tsunami yang dipicu gempa megathrust Mentawai bisa mencapai daratan terdekat berkisar 10-15 menit. Sementara gelombang akan mencapai Kota Padang sekira 30 menit.
Seperti diketahui, gempa di sekitar zona tersebut juga terjadi pada 2007 dengan kekuatan 6,4 magnitudo dan 7,7 magnitudo pada 2010.
"Bahaya megathrust Mentawai masih menyimpan energi besar. Gempa berpotensi hingga magnitudo 8,8," ujarnya
Selain megathrust Mentawai, lanjutnya, juga ada ancaman Iainnya seperti gempa darat di sesar Sumatra yang melewati Bukittinggi, Solok dan daerah Iainnya. Begitu juga dengan ancaman backthrust. Pemerintah diharapkan terus fokus membangun kesiapsiagaan masyarakat.
"Kita tidak bisa menutup mata bahwa salah satu kelemahan ialah peringatan dini dan kesiapsiagaan mitigasi," ujarnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved