Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan Nila F Moeloek menyatakan meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di sejumlah daerah saat ini terjadi akibat melemahnya kewaspadaan masyarakat dalam mengantisipasi faktor lingkungan. Ia meminta perangkat pemerintahan di level warga untuk mengintensifkan program Juru Pemantau Jentik atau Jumantik.
"Ini karena terkait faktor lingkungan. Musim pergantian dari musim panas ke musim hujan membuat curah hujan tinggi dan genangan air harus diwaspadai. Jumantik ini kita harapkan dikuatkan. RT/RW untuk jumantik ini mereka harus melakukannya," kata Nila di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (1/2).
Berdasarkan data Kemenkes per 1 Februari 2019, jumlah kasus DBD secara nasional mencapai 15.132 kasus. Sejumlah daerah dengan kasus terbanyak yakni Jawa Timur 3.074 kasus, Jawa Barat 2.204 kasus, Nusa Tenggara Timur (NTT) 1.284 kasus, Sulawesi Utara 1.092 kasus, Lampung 1.071 kasus, Jawa Tengah 1.027 kasus, dan DKI Jakarta 662 kasus.
Tiga daerah dengan kematian akibat DBD terbanyak ialah Jawa Timur 52 orang, Jawa Barat 13 orang, dan NTT 13 orang.
Daftar daerah yang telah menyatakan penyebaran DBD sebagai kejadian luar biasa (KLB) ialah Kabupaten Kapuas, Kota Kupang, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ponorogo, dan Provinsi Sulawesi Utara. Adapun yang telah mencabut status KLB yakni Kabupaten Kapuas.
Menkes menambahkan hingga saat ini pemerintah pusat belum menetapkan status KLB secara nasional. Pasalnya, imbuh Menkes, pemerintah daerah masih sanggup menanganinya.
"Ini masih jauh dari KLB nasional. Jika dibandingkan pada 2016 masalah DBD saat ini jauh masih rendah, tapi kita tetap harapkan tidak ada KLB nasional," ujarnya.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menjelaskan pihaknya tetap membantu pemerintah daerah menangani kasus DBD yang meningkat. Kemenkes sebenarnya telah mengantisipasinya sejak November tahun lalu.
Pemerintah telah mengirimkan surat edaran kewaspadaan peningkatan kasus DBD kepada seluruh gubernur. Kemenkes juga mengirimkan logistik seperti insektisida dan larvasida ke daerah-daerah untuk menekan pertumbuhan jentik nyamuk. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved