Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Menristekdikti Resmikan Prodi Pulp dan Kertas Pertama

Rudi Kurniawansyah
29/1/2019 16:10
Menristekdikti Resmikan Prodi Pulp dan Kertas Pertama
(MI/Rudi Kurniawansyah )

MENTERI Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan pembangunan gedung program studi D3 (Vokasi) Teknologi Pulp dan Kertas jurusan Teknik Kimia Universitas Riau, Selasa (29/1).

Program teknologi pulp dan kertas Universitas Riau (UNRI) adalah program studi pertama di Indonesia, terwujud berkat kerja sama antara Tanoto Foundation, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan UNRI.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menristekdikti, disaksikan Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Sihol P. Aritonang, Global CEO Tanoto Foundation J. Satrijo Tanudjojo dan Rektor Universitas Riau Aras Mulyadi.

Menristekdikti mengatakan pihaknya mengapresiasi investasi dan komitmen RAPP dan Tanoto Foundation dalam mendukung agenda pemerintah untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) di tengah semakin ketatnya persaingan dunia kerja.

"Saya mengapresiasi kolaborasi yang baik antara pihak swasta dengan universitas dalam mendukung pendidikan, khususnya bidang industri pulp dan kertas. Kami berharap, putra-putri terbaik Indonesia dapat memanfaatkan program dan fasilitas baru ini sehingga mampu menjawab kebutuhan akan sumber daya andal dalam industri pulp dan kertas," ungkap Menristekdikti di Kampus Universitas Riau, Selasa (29/1).

 

Baca juga: RAPP Ajak Anak Jaga Hutan Lewat Komik

 

Nasir menjelaskan, prodi pulp dan kertas merupakan prodi pertama yang didirikan di Indonesia. Selama ini, pembukaan prodi selalu diatur kementerian lewat nomenklatur.

"Kalau tidak ada nomenklatur tidak bisa didirikan. Ini menghambat kemajuan saja. Maka, kebijakan lama itu saya perintahkan dicabut," tegas Menristekdikti.

Dia mengungkapkan, prodi baru pulp dan kertas sangat penting didirikan di Riau. Pasalnya, Riau adalah pusat industri pulp dan kertas berskala dunia.

"Namun yang terpenting harus berdampak buat kesejahteraan rakyat di Riau," jelasnya.

Dia menambahkan, ke depan prodi pulp dan kertas harus mengerti masalah pasar apa yang dibutuhkan. Program pulp dan kertas harus dikembangkan menjadi multi entri dan multi exit (Meme).

"Meme Artinya mahasiswa itu pada tahun pertama harus menentukan tingkat kompetensi yang ingin dicapai. Maka saya anjurkan 50% dosen expert dari industri. Ke depannya bisa kita pisahkan. Prodi pulp dan prodi paper," jelas Menristekdikti.

Selain itu, lanjutnya, kompetensi mahasiswa harus didapat pada tahun kedua. Gelarnya bukan ahli utama tetapi sarjana terapan. Harapannya lulusannya harus langsung bisa digunakan oleh industri.

"Ke depan ijazah tidak dipakai oleh industri. Kalau punya kompetensi maka langsung bisa digunakan. Ini sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan lulusan keterampilan," ungkapnya.

Sementara CEO Global Tanoto Foundation J. Satrijo Tanudjojo mengungkapkan, program ini sangat tepat, karena Provinsi Riau adalah salah satu penghasil pulp dan kertas terbesar di dunia. Selain itu, Universitas Riau telah menjalin kemitraan dengan Tanoto Foundation dalam program pengembangan kepemimpinan sejak 2006.

"Diinspirasi langsung oleh pendiri Tanoto Foundation, Bapak Sukanto Tanoto dan Ibu Tinah Bingei Tanoto, kami mendapat amanat untuk merealisasikan program D III pulp dan kertas ini sebagai bagian dari komitmen kami terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini selaras dengan filosofi kami bahwa pendidikan berkualitas akan mempercepat terciptanya kesetaraan peluang," kata J. Satrijo Tanudjojo.

Ungkapan senada disampaikan Presiden Direktur PT RAPP, Sihol Parulian Aritonang, yang berharap program studi ini dapat melahirkan tenaga-tenaga ahli di bidang industri kertas yang dikemudian hari dapat menjadi penggerak roda ekonomi negeri.

"Hadirnya DIII pulp dan kertas ini akan memperkuat korelasi antara kompetensi yang dibangun dunia pendidikan dengan ekspektasi dunia industri demi mendorong peningkatan peluang kerja yang luas. Pengembangan Universitas Riau sebagai center of excellence yang mendukung pengembangan human capital untuk industri pulp dan kertas juga akan berkontribusi pada upaya nasional membangun masa depan yang lebih baik," kata Presiden Direktur PT RAPP Sihol Parulian Aritonang.

Tanoto Foundation dan PT RAPP memberikan UNRI dukungan fasilitas ruang perkuliahan berupa gedung seluas 2.092 m2 yang terdiri dari 6 ruang kelas, 6 laboratorium penelitian, 2 ruang pertemuan, perpustakaan dan akses langsung ke dunia industri pulp dan kertas serta dukungan dosen-dosen dari kalangan praktisi. 

Tahun ini, prodi pulp dan kertas menerima sebanyak 55 mahasiswa dengan 29 di antaranya adalah karyawan RAPP yang telah difasilitasi untuk melanjutkan pendidikannya di jurusan tersebut. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya