Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika merilis program tayangan antihoaks melalui kanal digital. Program bernama Lambe Hoaks itu ditargetkan menjadi cara baru yang lebih segar dan kekinian untuk menangkal berita bohong yang ramai beredar di media sosial.
Episode pertama Lambe Hoaks bisa disaksikan melalui kanal Youtube Kemenkominfo. Hingga Sabtu (26/1) siang, episode itu telah disaksikan hampir 5.000 penonton sejak dirilis, Kamis (24/1) lalu.
Dalam episode perdana itu, program yang dibawakan presenter Miss Lambe Hoaks memaparkan isu-isu hoaks yang beredar di media sosial. Mulai dari hoaks kapal tenggelam di Danau Toba, isu tsunami di Pantai Sibolga, hingga kabar bohong ijazah palsu Presiden Jokowi. Kabar bohong yang beredar disandingkan dengan informasi resmi yang kredibel.
"Lambe Hoaks akan tayang seminggu sekali. Dalam setiap episode, Miss Lambe Hoaks memaparkan 10 isu hoaks teratas hasil temuan Tim Aduan Konten Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kemenkominfo. Dengan gaya ceriwisnya yang khas, Miss Lambe Hoaks mengupas fakta dibalik hoaks yang ramai beredar selama satu minggu terakhir," kata juru bicara Kemenkominfo Ferdinandus Setu, Sabtu (26/1).
Baca juga: Secangkir Kopi Pahit Menangkal Hoaks
Dikemas dengan konsep segar dan menarik, Lambe Hoaks diharapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi utama bagi masyarakat untuk mengenali dan mengonfirmasi hoaks yang membanjiri dunia maya dan media sosial.
Menurut Ferdinandus, program tersebut dibuat untuk memerangi peredaran hoaks di dunia maya dengan pendekatan literasi kepada masyarakat.
"Sebagai salah satu program literasi digital, Lambe Hoaks diharapkan memberikan pemahaman kepada netizen untuk bersama-sama memerangi hoaks, kabar bohong, dan informasi yang menyesatkan," jelasnya.(OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved