Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Pemerintah Terus Waspadai Potensi Karhutla

Dhika Kusuma Winata
24/1/2019 16:17
Pemerintah Terus Waspadai Potensi Karhutla
(Dok Karhutla)

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino pada level lemah hingga moderat bakal terjadi.

"Keberhasilan penanganan karhutla pada 2018 dicapai berkat kerja keras semua pihak. Pada 2019 ini, semua pihak tetap harus waspada menghadapi ancaman karhutla mengingat prediksi iklim 2019 diperkirakan lebih kering dibandingkan 2018," kata Menteri LHK Siti Nurbaya melalui keterangan pers yang diterima Media Indonesia, di Jakarta, Kamis (24/1).

Baca juga: Seluruh Gubernur Diinstruksikan Cegah Karhutla

Berbagai upaya dilakukan KLHK di tingkat tapak, baik upaya pencegahan atau pun pemadaman. Pencegahan dilakukan melalui kegiatan patroli terpadu pencegahan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta membentuk brigade pengendalian karhutla pada wilayah rawan.Tak hanya itu, sosialisasi kepada masyarakat akan peringatan dan deteksi dini, serta meningkatkan koordinasi dengan para pihak juga dilakukan.

Hingga saat ini di beberapa wilayah, ujar dia, terpantau sejumlah titik panas adan karhutla. Sebagian besar terjadi di Provinsi Riau, serta sebagian kecil terjadi di Provinsi Jambi, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Gerak cepat pemadaman dilakukan melalui pengeboman air (water bombing), khususnya untuk menuntaskan kebakaran pada area yang sulit dijangkau.

Ia menambahkan, pihaknya telah membahas persoalan tersebut dengan Kemenko Polhukam untuk meningkatkan kewaspadaan karhutla. Menteri LHK juga telah mengeluarkan surat kepada seluruh gubernur se-Indonesia untuk mewaspadai kondisi iklim tahun ini yang diprediksi lebih kering dan bisa meningkatkan potensi karhutla.

"Kondisi ini tentu harus diwaspadai dan upaya pencegahan harus diprioritaskan,” pungkasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya