Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Media Group Gelar Latihan Penanggulangan Bencana bagi Guru Pandeglang

Dhika Kusuma Winata
15/1/2019 17:35
Media Group Gelar Latihan Penanggulangan Bencana bagi Guru Pandeglang
(MI/DHIKA WINATA)

DOMPET Kemanusiaan Media Group (DKMG) bersama Yayasan Sukma menggelar pelatihan penanggulangan bencana untuk para guru di Kabupaten Pandeglang, Banten. Sebanyak 90 guru SD, SMP, dan SMA dari empat kecamatan yakni Carita, Labuan, Panimbang, dan Sumur, dibekali pengetahuan serta keterampilan dalam mitigasi dan pengurangan risiko bencana.

Direktur Pendidikan Yayasan Sukma Ahmad Baedowi menyatakan pembekalan pengetahuan dan kemampuan praktis mitigasi bencana amat diperlukan bagi para guru. Pasalnya, pendidikan merupakan salah satu sektor yang berperan di setiap kejadian bencana. Termasuk, dalam upaya penyembuhan psikis pascakejadian yang menimbulkan trauma (trauma healing)

"Trauma healing sebenarnya ialah melalui pendidikan. Trauma healing diintegrasikan dalam praktek belajar mengajar demi membangun basis jangka panjang sehingga nanti guru-guru dan murid lebih siap menghadapi bencana. Ini solusi melalui praktik pendidikan yang nantinya bisa dilakukan setiap hari dalam kelas," ungkap Baedowi di lokasi pelatihan di SMA Mathla'ul Anwar, Pandeglang, Selasa (15/1).

Menurutnya, pembangunan kapasitas warga sekolah terkait dengan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu ditingkatkan. Perhatian dalam setiap kejadian bencana agar jangan melulu berfokus pada aspek fisik sekolah tapi juga mental dan keterampilan.

"Saya kira ini kepedulian Media Group bahwa banyak pemangku kepentingan kependidikan kurang peduli pada setiap bencana responsnya selalu hal fisik seperti kerusakan," imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, para guru dilatih kemampuan mengidentifikasi potensi dan risiko bencana di lingkungan sekolah. Nantinya, mereka diharapkan mampu membuat sistem penanggulangan bencana di sekolah masing-masing.

Mulai dari memetakan kerentanan bencana di wilayah sekolah hingga pembuatan jalur evakuasi. Selain itu, pendidikan kebencanaan akan diintegrasikan dalam praktik belajar mengajar kepada murid.

"Rata-rata guru tidak punya keterampilan praktis menghadapi bencana secara edukatif. Kegiatan ini untuk menstimulasi kembali kemampuan mereka menjadi lebih sensitif agar bisa menjadi guru siaga bencana," ujar Baedowi.

Ia menambahkan Yayasan Sukma telah memiliki pengalaman panjang membantu sektor pendidikan di wilayah dilanda bencana seperti Aceh, Lombok, dan Palu.

Salah seorang guru SMA Mathla'ul Anwar, Lukman, 34, mengakui pemahaman mengenai penanggulangan bencana di kalangan guru masih minim. Selama sepuluh tahun mengajar, baru kali ini dia mendapat pelatihan tersebut.

"Dari perspektif seorang guru ini keharusan. Pengetahuan siaga bencana harus dimiliki karena wilayah Pandeglang ini daerah pantai dan pegunungan yang rawan bencana seperti tsunami dan longsor. Tantangannya nanti bagaimana mengajarkan ini kepada murid," ucapnya.
(A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya