Dosen Pendidikan Agama Didorong Hasilkan Karya Ilmiah
Puput Mutiara
11/12/2015 00:00
()
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) mendorong para dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk terus berinovasi. Salah satunya, dengan menghasilkan karya ilmiah yang terpublikasi secara internasional.
"Kita ingin mendiseminasikan mengenai studi keislaman yang ada di Indonesia. Untuk itu, kita ajak para dosen lebih produktif dalam menulis karya ilmiah," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam Kamaruddin Amin saat malam apresiasi PTKI di Jakarta, Kamis (10/12).
Apalagi, ungkapnya, saat ini sudah ada sekitar 3 ribu doktor diantara 30 ribu dosen yang mengajar di PTKI. Ditambah lagi sebanyak 415 profesor menjadi guru besar di 55 PTN dan 605 PTS.
Namun sayang, hingga kini belum banyak publikasi karya ilmiah para dosen yang masuk ke dalam jurnal internasional. Dari 37 jurnal publikasi ilmiah keagamaan yang terakreditasi di dalam negeri, hanya dua yang terindeks internasional. "Nantinya, kita dorong perguruan tinggi agar punya jurnal internasional," ucap Kamaruddin.
Sebagai bentuk upaya nyata dukungan tersebut, pihaknya memberikan apresiasi kepada civitas akademika di PTKI yang telah berhasil menelurkan berbagai prestasi. Baik prestasi di level nasional hingga bertaraf internasional.
Dijelaskan Direktur Pendidikan Agama Islam Amsal Bakhtiar, apresiasi berupa materi sejumlah uang dan akses jurnal internasional itu diberikan kepada sembilan orang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan pengelola jurnal.
"Tujuannya agar mereka bisa menghayati peran masing-masing. Di samping itu, bisa menghasilkan karya-karya ilmiah yang bisa dibanggakan," tutur dia.
Dari 27 nominator, paparnya, dipilih sembilan pemenang untuk tiga kategori yaitu studi keislaman, sosial humaniora, dan sains teknologi. Masing-masing diberikan Rp40 juta untuk pemenang pertama, Rp35 juta (kedua), serta Rp30 juta (ketiga).
Sementara itu, 18 nominator tersisa lainnya juga mendapat sumbangan dana stimulasi ke depannya sebesar Rp7,5 juta perorang. Untuk jurnal ilmiah yang sudah terpublikasi secara internasional diapresiasi sebesar Rp200 juta.
"Setiap kategori diseleksi oleh para profesional di lingkungan Kemenag. Yang jelas, semoga apresiasi ini bisa memotivasi dosen-dosen di PTKI untuk terus berprestasi," tandasnya.(Q-1)