Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di pantai karena potensi tsunami
susulan masih bisa terjadi. Pernyataan itu disampaikan Sutopo dalam jumpa pers di kantor BPBD Yogyakarta, Minggu (23/12).
Menurut Sutopo, kemungkinan tsunami yang terjadi pada Sabtu (22/12)
sektiar pukul 21.27 WIB karena longsoran bawah laut yang dipicu erupsi Gunung Anak Krakatau. Lonsoran itu bersamaan dengan gelombang pasang karena bulan purnama.
"Adanya kombinasi faktor alam, tsunami yang dibangkitkan longsoran bawah laut dan gelombang pasang karena bulan purnama," tutur Sutopo.
Hingga kini, tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG); Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG); serta BNPB masih terus menganalisis penyebab pasti mengapa terjadi tsunami tersebut dan kemungkinan potensi susulan.
"Letusannya yang kemarin sebenarnya kecil, sekitar 1.500 meter dari pucak kawah Anak Karakatau. Apakah itu betul-betul menajdi penyebab tsunami ataukah tidak, saat ini masih dianalisis," imbuh Sutopo.
Menurut Sutopo, Indonesia juga pernah tiba-tiba mengalami gelombang setinggi 6 meter tanpa didahului dengan gempa seperti terjadi di
Pacitan, Wonogiri, dan Yogyakarta pada 24 Juli 2018 kemarin. Indonesia belum memiliki alat pendeteksi tsunami yang dibangkitkan karena lonsoran atau eruspi gunung yang ada di laut. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved